Jumat, 07 Oktober 2011

MEREDAM PUTUS CINTA

1. Hindari dia sepenuhnya Jika kamu adalah orang2 yang susah melupakan sesorang maka ada baiknya kamu harus menghindari semua kontak yang mungkin terhubung ke mantan kamu. 2. Nikmati Sakitnya Aneh juga kedengarannya, tapi tak apa. inilah sebuah proses bahwa kamu sedang berada dalam proses penyembuhan. apa yang kamu dapat dari hal ini adalah jika kamu dapat melewatinya maka kamu akan menjadi sosok yang tegar dikemudian hari. hidup ini kejam kawan-kawan, kamu perlu mendapat pelajaran berharga untuk dapat mengarungi hidup ini kedepannya. 3. Alihkan Perhatian Ini adalah pesan yang mungkin sering kamu dengar dari orang2 disekitar kamu saat mengalami patah hati. benar kata mereka jangan selalu memikirkan apa yang biasa kalian lakukan, mendengarkan lagu kesukaannya adalah hal paling buruk jika ingin melupakan sesorang. cobalah sekali-kali mencari kegiatan lain yang gak ada hubungannya dengan mantan kamu. itu akan banyak membantu. 4. Jangan umbar cerita Curhat kepada sesorang mungkin adalah hal tepat untuk melampiaskan perasaan kamu, namun jangan terlalu banyak cerita kepada orang lain, cukup kepada orang yang paling dekat dengan kamu, hal ini dihindari karena jika kamu terlalu banyak umbar cerita tentang kandasnya sebuah cinta sejati.. huhuhuhuuu.... pasti akhirnya nangis lagi deh... 5. Dekatkan diri dengan keluarga Keluarga adalah pihak yang selalu berada dibalakang kamu saat kamu kesulitan, begitu juga dengan soal percintaan, ada banyak cinta di keluarga mereka akan bantu kamu melupakannya. 6. Buang segala kenangan Jika kamu putus sama doi karena doi emang 4ssh0le jangan pernah berharap dia kembali lagi sama kamu. karena dia pasti akan mengulangi hal yang sama dikemudian hari. ka dari itu buang semua yang sekiranya akan mengingatkan kamu dengan dia. 7. Santai saja Intinya, cinta putus bukan berarti itu akhir dunia bukan? ada hal lain yang lebih menyenangkan. untuk kalian yang cewek biasanya habis putus cinta pasti akan buru-buru cari pasangan baru untuk dijadikan pelampiasan. namun itu bukanlah hal yang bijak.. hati2 terkecoh untuk kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.. kamu akan tambah sakit. jalanin aja sementara sampai kamu mendapatkan seseorang yang tepat dikemudian hari

10 Sifat Kerja Orang Jepang

10 Sifat Kerja Orang Jepang 1.KERJA KERAS Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. 2. MALU Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum. 3. HIDUP HEMAT Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. 4. LOYALITAS Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. 5. INOVASI Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. 6. PANTANG MENYERAH Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini 7. BUDAYA BACA Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. 8. KERJASAMA KELOMPOK Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”. 9. MANDIRI Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak teman saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-teman dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya. 10. JAGA TRADISI Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga. Dari hal di atas tidak ad satu pun yg nyangkut pada indonesia, berikut adalah contoh dr beberapa pns di indonesia: 1. kerja keras : PNS mana yang kerja keras? cuma malas2an di kantor aja. lambat ngerjainnya. 2. malu : kalo jam kerja nongkrong di warung kopi apa disebut malu? belom lagi jalan2 pake kendaraan dinas? pulang awal? pungli? malunya dimana? 3. hidup hemat : liat aja motor baru mereka, mobil baru, hp, laptop. padahal gaji cuma berapa. 4. loyalitas : patut dipertanyakan. kalo penjilat sih iya. 5. inovasi : birokrasinya panjang banget, dipersulit lagi. kecuali ada uang pelicin. apa disebut inovasi? 6. pantang menyerah : kayaknya ga ada di mental PNS 7. budaya baca : kalo kerjanya cuma nongkrong, males2an, baca juga berita kriminal, mana bisa maju? 8. kerjasama kelompok : kalo yang ini bener kali yah. kerjasama dalam korupsi, suap, mark up proyek. 9. mandiri : kalo mereka seperti ini negara kita udah tertib. 10. jaga tradisi : kalo ini iya. tradisi datang siang, pulang awal. kalo jumat, abis sholat jumat semuanya menghilang. pulang ke rumah masing2. gimana kerjaan mau selesai? itu lha potret dr SEBAGIAN PNS yg ad di negri kita indonesia ini…

Kamis, 06 Oktober 2011

Kebiasaan

KEBIASAAN Tidak ada orang yang terlahir dengan rasa minder. Tidak ada orang yang terlahir dengan kebiasaan menggigit kuku, mengupil, atau kecenderungan untuk menunda. Itu semua adalah tingkah laku yang dipelajari, dan begitu sering kita praktekkan, sehingga menjadi bagian dari sifat alami kita. Karena semua itu hanyalah bagian dari, dan bukan sifat alami kita, berarti dengan menghilangkannya, semakin mendekatkan kita dengan jati diri kita yang sesungguhnya. Karena telah mempraktekkannya begitu lama dan dikondisikan untuk memilikinya, kita jadi merasa bahwa kebiasaan-kebiasaan itu menjadi bagian dari diri kita, yang membentuk jati diri kita. Padahal sebenarnya bukan. Sama seperti skill-skill penting lain yang kita pelajari, misalnya berbicara, makan, dan berjalan, kebiasaan adalah tingkah laku yang kita pelajari dari melihat dan meniru orang lain, karena sepertinya kebiasaan-kebiasaan itu membuat mereka tampak hebat atau merasa senang. Motivasi untuk mempelajarinya juga sama, yaitu karena kita percaya bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut akan membuat kita bahagia. Jadi, kita mempraktekkannya, karena percaya bahwa itu bukan cuma akan membuat kita merasa, tapi juga menjadi orang yang lebih baik, dan mewujudkan apa yang kita anggap sebagai orang yang kita cita-citakan. Kita semua percaya bahwa dibalik semua tingkah laku itu ada niat awal yang positif. Otak kita hanya akan menyarankan apa yang dianggap sebagai cara terbaik dan paling efektif untuk membuat kita merasa lebih baik. Itu dipelajarinya dari tingkah laku kita dimasa lalu, dari apa yang membuat kita merasa lebih baik, atau lebih nyaman. Karena biasanya kita belajar dengan sangat cepat, maka kebiasaan akan terbentuk dengan sangat cepat. Merokok, misalnya. Kita mengawasi orang yang merokok, dan karena terlihat cool, kita menganggapnya sebagai cara yang benar dan bermanfaat untuk ditiru. Lalu kita memutuskan untuk mencobanya, meski awalnya sulit dan menyakitkan. Menurut anda, berapa banyak orang yang menikmati rokok pertama mereka? Namun mereka tetap menjalaninya agar bisa seperti orang lain. Hubungan antara merokok dengan tampak cool itu adalah sesuatu yang dipelajari dan terekam di otak kita, sehingga kita menganggap merokok itu sama dengan cool. Kebiasaan itu tidak muncul begitu saja. Otak kita yang menyarankannya, menurut apa yang dianggapnya terbaik, atau apa yang dulu mungkin pernah berhasil menghilangkan rasa tidak nyaman atau sepertinya menarik. Jadi, setiap kali merasa tidak nyaman, itu akan memicu otak untuk mengatasinya dengan menyarankan apa yang dulu pernah membuat kita merasa lebih baik, meski cara itu sudah tidak lagi efektif. Di tahun 1940-an, B F Skinner, seorang psycholog behavioural membangun dua buah maze (jaringan jalan yang rumit). Satu untuk tikus dan satunya lagi untuk para siswa. Sebagai hadiah untuk menemukan bagian tengah (center), pada tempat pertama (untuk tikus) dia menaruh coklat, dan ditempat kedua dia menaruh $10. Para tikus dan siswa berlari berputar maze sampai mereka menemukan hadiah. Saat coklat disingkirkan dari tempat pertama, tikus tidak lagi menunjukkan ketertarikannya untuk menemukan bagian center dari maze. Namun berbeda dengan para siswa, mereka akan terus menelusuri maze untuk mencari bagian tengah, meski mereka tahu bahwa sudah tidak ada lagi uang yang bisa mereka temukan disana. Itu yang disebut dengan kebiasaan. Begitu terbentuk, akan terus dilakukan, meski sudah tidak lagi alasan untuk melakukannya. Pete menulis: Saat masih remaja, aku punya seekor anjing, dan terbiasa melihatnya disekitar rumah. Aku selalu melihatnya, dan dia akan datang setiap kali aku memanggil namanya. Meski anjing itu sudah mati 10 tahun yang lalu, namun setiap kali aku mengunjungi rumah orang tua ku, aku masih berharap dia akan berada di sana, berlari untuk menyambut ku. Ini menunjukkan tingkah laku yang dikondisikan. Polanya mirip dengan cara yang telah membentuk dan mempertahankan berbagai kebiasaan. Meski kita coba untuk menghentikannya, namun otak kita tetap menyarankannya. Karena kita telah banyak menghabiskan waktu untuk melakukannya, namun otak kita tetap saja membujuk kita bahwa tindakan itulah yang terbaik. Tapi bagaimana dengan tingkah laku?

Kekayaan Terbesar Ada dalam Diri Anda

Kekayaan Terbesar Anda Ada Di Dalam Diri Anda Setiap manusia pasti ingin bahagia, ingin segala kebutuhannya terpenuhi, ingin bebas melakukan apa saja yang ia inginkan tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Banyak orang yang terjebak dalam jurang kehidupan yang sulit bahkan tidak sedikit pula orang yang hanya hidup dalam keadaan financial yang biasa-biasa saja. Bisa di katakan makmur (cukup hanya rumah dan sumur) he he he.. alias miskin. Kemudian apa yang harus di lakukan untuk mengubah nasibnya...? Mereka berfikir bahwa orang kaya yang memiliki banyak uang pasti hidupnya bahagia, senang , bisa melakukan apa saja sesuai yg di inginkan. Kemudian mereka pun mulai berfikir bagaimana mereka bisa menjadi kaya dengan cepat, instan tanpa memperdulikan proses yang sangat penting untuk menjadi kaya tersebut. Mereka melakukan berbagai macam cara, bahkan ada pula yang sampai terjerumus dalam lembah hitam kejahatan. Mencapai puncak kesuksesan bukanlah hal yang mudah untuk di lakukan, kenapa seperti itu..? Karena banyak sekali cobaan dan godaan yang harus kita lalui untuk bisa mencapai kesana. Banyak orang yang hanya semangat di awal saja, tetapi setelah dia mengalami sedikit saja hambatan langsung menyerah dan gidak berani memulai lagi. Padahal kata om Bob Sadino "Kesuksesan itu adalah sebuah titik kecil di atas segunung kegagalan", artinya kita harus melewati proses nya terlebih dahulu, jika kita menyerah sebelum sukses baru itu namanya kegagalan. Seperti kepompong yg bermetamorfosis untuk menjadi kupu-kupu yang sangat indah. Tahukah anda Donald J Trump..? Sebelum ia menjadi Milyuner Dollar seperti saat ini, ia pernah mengalami kebangkrutan hingga $ 9.000.000.000,- (Sembilan Milyard Dollar Amerika) Bayangkan saja. Bahkan ia pernah berkata ketika bangkrut "Gelandangan itu lebih kaya 9 Milyar Dollar dari saya. Nah jika ketika ia gagal itu ia menyerah apa yang akan terjadi..? Tentunya dia tidak akan menjadi Sesukses sekarang bukan..? Tapi apa yang ia lakukan..? Ia sadar kalau ia gagal, tapi ia tidak larut dalam kegagalan tersebut. Ia bangkit dan akhirnya bisa Sukses kembali menjadi Raja Properti dan Milyuner seperti sekarang ini. Saya akui bahwa kegagalan itu pahit, karena saya pernha mengalaminya. Tapi itu wajar, semua orang sukses di dunia pasti pernah mengalaminya. Tapi jika kita mau berusaha dan bangkit kita pasti bisa mencapai Kesuksesan itu kembali. Dunia pasti berputar kawan, Tuhan juga tidak akan menguji hambaNya di luar kemampuan hambaNya kan..? Jika ada orang kaya yang ingin membeli 2 mata anda seharga 100 juta apa anda rela menjualnya...? 2 tangan anda seharga 500 juta apa anda mau menjualnya, jantung anda seharga 1 milyard apa anda mau menukarnya..? Tentu tidak kan..? Itu artinya diri anda jauh lebih berharga dari sejumlah uang itu. So Kekayaan terbesar anda bukanlah harta yang anda miliki, harta, rumah, mobil, emas, tanah, bukan yang di luar diri anda itu. Tapi apa yang ada di dalam diri anda, kemampuan itu, semangat itu, keberanian itu, ketekunan itu, kekonsistenan itu. Semuanya ada di dalam diri anda. Anda Pasti bisa melakukannya. Kuncinya Berusaha dan Berdoa enough..! Mungkin Seribu kali anda memukul batu itu tidak akan pecah, tapi pada pukulan yang ke seribu satu batu itu bisa saja pecah. Terserah anda masih ingin melakukan pukulan terakhir atau tidak. Berjuanglah untuk orang-orang yang anda cintai dan Jangan pernah menyerah..! Karena Tuhan pasti punya alasan kenapa anda di ciptakan.

Senin, 05 September 2011

Siklus Perjalanan Jiwa

Siklus Perjalanan Jiwa

oleh Henky


Oleh : Ellen A. Mogensen

Sebagai jiwa, kita abadi. Sebagian besar dari kita pergi melalui sebuah siklus dari keberadaan jiwa di alam semesta yang dapat disebut sebagai “Sebelum Kehidupan”, “Kehidupan”, “Antar Kehidupan”, dan “Setelah Kehidupan”. Semua siklus dari Keberadaan jiwa kita berpengaruh kepada perjalanan kehidupan kita.

“Sebelum kehidupan“: Keberadaan kita dimulai sebagai sesuatu yang murni, kesadaran yang belum terwujud di Samudera Cinta dari mana semuanya berasal. Kebanyakan mereka memilih untuk mempercepat kemajuan sebagai jiwa dengan meninggalkan Samudra melalui perjalanan ke alam semesta. Beberapa memilih untuk tetap “murni” tinggal sepenuhnya terhubung dengan samudra dan menawarkan bantuan kepada mereka yang menjalani pengalaman hidup yang terpisah dengan diri mereka sesungguhnya. Kebanyakan malaikat yang ada berada dalam kondisi “sebelum kehidupan” , mereka tidak pernah memiliki tubuh fisik.

“Kehidupan” : Adalah keberadaan fisik kita sebagai makhluk – untuk pengalaman ini kita diberikan unit waktu dimana kita dilahirkan, dewasa, dan mati untuk mendapatkan pengalaman dari sudut pandang yang berbeda – yang mengarahkan kehidupan kita. Kita biasanya lupa tentang kehidupan kita yang telah kita jalani sebelum (kehidupan lampau kita), dan terputus dari kehidupan yang akan datang (kehidupan kita di masa depan), sehingga kita dapat memfokuskan perhatian kita pada pengalaman yang kita telah pilih untuk diri kita sendiri dalam kehidupan kita sekarang, saat ini.

“Antar kehidupan”: Adalah keberadaan kita di antara dua inkarnasi fisik – di mana kita meninggal sebelumnya dan mempersiapkan untuk kehidupan selanjutnya – adalah situasi antar kehidupan. Dalam antar-kehidupan, kita tertuju pada perkembangan kita sendiri sebagai jiwa didalam keberadaan cinta kasih yang lebih besar. Sebagai hasilnya, kita menuju kesadaran dunia batin yang akan kita gunakan untuk membantu kita mempersiapkan diri untuk kehidupan kita berikutnya. Dalam Inter-Life, kita berkembang untuk mempersiapkan kehidupan yang lain lagi dalam tubuh fisik (yang biasanya disebut sebagai alam bardo).

“Setelah kehidupan”: adalah keberadaan kita setelah siklus kehidupan fisik kita selesai disebut kondisi Setelah Kehidupan. Setelah Kehidupan, kita terfokus untuk membantu pihak lain dalam perkembangan mereka sebagai jiwa ke tingkat yang lebih tinggi dari kasih dan kesadaran. Sebagai hasilnya, kita memperluas pengetahuan tentang dunia roh, pergi kemana saja yang diperlukan untuk membantu orang lain di sepanjang perjalanan pribadi mereka. Setelah Kehidupan, kita tumbuh sejalan dengan orang-orang yang kita bantu untuk tumbuh.

Antar Kehidupan dan Perlunya penyembuhan kehidupan lampau

Jiwa yang berada dalam tingkat keberadaan “Sebelum kehidupan” dan “Setelah kehidupan” telah jelas dengan kehidupan masa lalu. Jiwa yang berada dalam tingkat “Sebelum kehidupan” tidak memiliki kehidupan lampau. Bagian dari proses yang memerlukan perjalanan panjang untuk pencapaian kondisi “Setelah Kehidupan” akan bisa melihat ke masa lalu dengan melihat semua sebab dan akibat dari kehidupan sebelumnya.

Jiwa yang berada dalam “Antar Kehidupan” dan jiwa yang berada di “Kehidupan” tidak ingat kehidupan kehidupan mereka sebelumnya. Di keberadaan ‘Antar Kehidupan”, kehidupan baru akan “dibentuk” dari “pelajaran yang gagal ” dari kehidupan terakhir. Sedangkan “kehidupan fisik”, sebagai individu berada dalam proses membereskan karma kehidupan lampau atau menambah karma kehidupan masa depan hingga mencapai inkarnasi fisik terakhir.

Sebagian besar waktu, kita berada pada antara kehidupan atau kehidupan. Meskipun beberapa karma masa lalu dapat dibersihkan dan hilang selama Antar-kehidupan, tetapi sebagian besar masalah yang telah kita alami dari masa lalu akan terbawa ke kehidupan berikutnya.

Bagaimana Antar-kehidupan kita Membantu dan Tidak dalam permainan kehidupan

Hal ini dapat dijelaskan oleh contoh. Kehidupan adalah seperti permainan sepak bola dan antar-kehidupan adalah seperti waktu istirahat antara permainan ketika tim mereview kesalahan mereka dalam permainan terakhir, dan membuat strategi baru untuk permainan berikutnya, dan menyembuhkan luka yang terjadi di sepanjang permainan. Semua hal-hal yang menjadi penyokong Anda (Spirit Guide dan Karma) adalah bertugas memberi petunjuk bagaimana cara melakukannya di alam roh diluar kehidupan fisik. Dan meski apa yang anda lakukan di Antar kehidupan tersebut sangat membantu, ia biasanya agak “akan keluar jendela” ketika menjalani kehidupan fisik lagi dan terperangkap pada gairah dan intensitas drama kehidupan Anda.

Seperti permainan sepak bola , setelah permainan dimulai kembali, anda ingat waktu tim lain mengolok-olok anda. Mungkin Anda memilih untuk membalasnya atau mungkin anda memilih untuk memaafkan itu. Apapun yang Anda putuskan, pilihan harus dilakukan dalam waktu singkat saat Anda sedang berada dalam permainan kehidupan dengan tingkat emosi yang anda miliki. Anda tidak akan mendapatkan keistimewaan jeda di ruang ganti Antar kehidupan oleh Tim atau pelatih untuk menentukan tujuan terbaik yang mungkin berguna untuk jangka panjang pada saat itu.

Di sinilah bagaimana Anda mengalaminya dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya …

# 1: Keluar dari tubuh fisik

Meninggalkan tubuh fisik adalah hal yang biasa dari kehidupan. Seringkali ketika kita tidur kita keluar dari tubuh fisik dan memiliki pengalaman lainnya di dunia roh. Melalui praktik meditasi dan latihan spiritual, beberapa memilih untuk meninggalkan tubuh mereka dan mengunjungi alam roh dalam kesadaran penuh ( “Out of Body Experiences”). Atau ketika tubuh fisik berada pada titik di dekat kematian, dengan kesadaran masing-masing akan melepaskan diri dari badan. Orang akan melihat sendiri tubuhnya seperti “melayang di atasnya” dan bisa “melihat” lebih dari biasa. Mereka dapat mendengar pikiran orang lain atau tahu semuanya terjadi di sekitar mereka sampai detail terkecil.

# 2: Kontak dengan Spirit Guide

Setelah keluar dari tubuh fisik, sebagian besar kita akan mengetahui bahwa ada sesuatu yang “tidak biasa” dan mereka akan “menjelajahi sekitar” mencoba untuk “menyadari” apa yang terjadi kepada mereka. Sering rasa ini adalah kebingungan dan keputusasaan yang membutuhkan panduan untuk memberitahu keberadaan mereka. Panduan ini biasanya akan muncul dalam bentuk salah satu orang yang menjadi simbol dari agama yang dianutnya (mis. Kristen melihat Yesus dan Islam melihat Nabi Mohammad, dll). Pemandu tersebut muncul untuk memberi kenyamanan dan keyakinan bahwa semua akan baik baik saja dan membimbing mereka dalam mewujudkan “keseriusan” dari situasi mereka.

# 3: Melepaskan Kepribadian individual

Tugas pertama dari pemandu adalah untuk melepaskan diri dari kepribadian individual mereka sebelumnya. Ketika seseorang datang ke Bumi mereka sepakat untuk melupakan bahwa mereka adalah jiwa yang mendiami tubuh dan pikiran untuk memiliki beberapa pengalaman mereka yang lebih besar untuk pertumbuhan dan kemajuan spiritual. Masing masing Individu dengan hati-hati akan dibawa kembali dengan kesadaran sendiri terhubung dengan keseluruhan dan identitasnya sebagai Jiwa.

# 4: Meninjau ulang inkarnasi sebelumnya

” Dannion Brinkley ( “Saved by the Light”), yang kembali dari kematian akibat terkena petir, menjelaskan proses ini dengan baik: “Ketika tubuh saya tergeletak mati pada usungan, saya telah mereview setiap saat dalam kehidupan saya, termasuk emosi saya, motivasi, dan sikap saya. Kedalaman emosi yang saya alami selama peninjauan kehidupan sangat luar biasa. Tidak hanya saya bisa merasakan baik saya atau perasaan orang lain yang terkena ketika sebuah peristiwa terjadi, saya juga dapat merasakan perasaan orang lain yang ikut bereaksi atas kejadian tersebut. Saya berada dalam rantai reaksi dari emosi, yang menunjukkan bagaimana kita sangat mempengaruhi satu sama lain. “

# 5: Melupakan Inkarnasi sebelumnya

Sejauh kita memusatkan pada kehidupan “saat ini” , adalah merupakan titik yang tidak berulang. Mereka yang mengalami Near Death Experiences (NDEs) harus kembali ke tubuh fisik mereka sebelumnya. Semua yang bergerak ke realitas alam roh harus melepaskan diri dari tubuh fisik. Seringkali kematian terjadi mendadak atau sangat menyakitkan, individu akan meninggalkan “rasa takut dan penasaran yang membekas” di belakang mereka (lebih sering dikenal sebagai hantu). Mereka akan berusaha untuk mengatasi rasa sakit dari kepergian mereka dengan beberapa bentuk “Intervensi Setelah Kehidupan ” untuk membantu orang-orang terkasih untuk bergerak maju dalam kehidupan tanpa mereka.

# 6: Pengalaman Transpersonal

Pernahkah Anda berkeinginan bertemu dengan Yesus, Ibrahim, Buddha, Krishna, Mohammed, Lao Tse, Confucius, atau tokoh sejarah lainnya ? Sekarang adalah kesempatan anda. Atau memiliki fantasi yang belum terpenuhi dalam kehidupan? Disini adalah tempat untuk merealisasikannya. Dalam dunia roh , semua mimpi dapat menjadi kenyataan bahkan jika mereka adalah “tidak nyata”. Sering kali, jiwa memilih untuk “mengambil beberapa waktu jeda” dari perjalanan pribadi dan ingin menuju pengalaman “transpersonal” di dunia roh terlebih dahulu.

# 7: Penilaian dan Evaluasi dari perkembangan jiwa

Kelompok roh pembimbing individual dan kelompok jiwa akan bekerja sama dengan mereka untuk menentukan tempat di mana mereka berada dalam skema yang lebih besar dari mereka sebagai evolusi jiwa. Kesepakatan akan dicapai mengenai apa yang berhasil dicapai pada inkarnasi dan apa yang masih perlu ditingkatkan. Sebagai individu yang berkembang dalam kesadaran jiwa, mereka akan memainkan peran yang lebih besar dalam menilai kemajuan jiwa mereka dan dalam mengevaluasi apa yang perlu dilakukan di kehidupan berikutnya.

# 8: Perbaikan Pelajaran

Kadang-kadang mereka semua setuju bahwa ini adalah kepentingan terbaik bagi mereka untuk bekerja melalui isu-isu tertentu di dalam sekolah karma di dunia roh sebelum kembali ke tubuh fisik. Ini semacam “pendidikan perbaikan jiwa” dan sering sangat tidak nyaman seperti kursus musim panas di mana orang akan memilih bermain di dunia sebagai ganti waktu untuk melayani di surga (atau apa yang terlihat oleh mereka sebagai Neraka). Biasanya ini jenis perbaikan pendidikan individu ini membantu mengurangi karma yang berat tanpa secara drastis mengejutkan para pemain di kehidupan fisik.

# 9: Menyembuhkan dan Membangun kembali medan energi dalam tubuh

Seringkali inti tubuh dari seorang individu mengalami keterkejutan sebelum mereka meninggalkan dunia fisik. Jiwa jiwa yang sangat sensitif meluangkan waktu yang diperlukan antara inkarnasi untuk menyembuhkan dan membangun kembali medan energi mereka di alam batin. Mereka yang tidak ingin melakukanya sering terlihat nyata pada tanda lahir atau cacat lahir yang terkait langsung dengan luka yang belum tersembuhkan dari kehidupan masa lalu.

# 10: Mereview tujuan dan rencana inkarnasi berikutnya

Di beberapa titik, individu akan “lelah” berada di alam roh dan merasa jiwanya terpanggil untuk sekali lagi kembali ke wujud fisik. Waktu antar kehidupan bervariasi luas antara jiwa. Beberapa memilih untuk kembali ke dunia fisik dengan segera sedangkan yang lain akan “mengambil waktu mereka” sebelum lahir kembali. Ketika keputusan telah dibuat untuk kembali, tim pemandu dalam hubungannya dengan Yang Lebih Tinggi akan menentukan apa yang terbaik bagi jiwa untuk dialami dalam hidup mereka selanjutnya. Bagi Jiwa yang lebih maju, akan semakin besar pula jumlah masalah yang biasanya dipilih. Cakupan tujuan dan rencana yang dibentuk sampai kemudian tercapai kesepakatan diantara semua pihak yang terlibat.

# 11: merumuskan kontrak untuk Inkarnasi berikutnya

Berdasarkan pada cakupan tujuan dan rencana, kontrak kehidupan tertentu ini kemudian disepakati “rinciannya”. Perjanjian ini meliputi antara lain di mana dan bagaimana mereka akan dilahirkan, dan apa keterkaitan yang muncul dari kehidupan masa lalu akan tertanam dalam tubuh-pikiran mereka yang menciptakan kondisi kelahirannya, dan apa peristiwa besar kehidupan akan dialami oleh individu untuk pertumbuhan mereka ketika mereka bekerja melalui keterkaitan tersebut. Ini juga akan berhubungan pada orang-orang yang signifikan selama kehidupan baru mereka seperti kelahiran keluarga dekat, teman, pacar, anak-anak, rekan kerja, dll

#12: Pelaksanaan kontrak kehidupan dalam tubuh dan pikiran

Sebelum individu terlahir kembali ke dalam tubuh yang baru, mereka dibawa ke suatu tempat khusus di dunia roh untuk mempersiapkan kehidupan baru mereka. Dalam tempat ini, akan ditampilkan berbagai potensi yang ada dalam kehidupan baru mereka. Mereka juga tertanam oleh data ketidaksadaran yang diperlukan yang memungkinkan mereka untuk mengalami hal signifikan lain yang akan mereka hadapi dalam perjalanan kehidupan mereka. Setelah nasihat terakhir dari tim pemandu mereka, mereka akan dikirim ke petualangan kehidupan baru mereka.

7 Tahap Perjalanan Jiwa

Perjalanan 7 Tingkat Kesadaran Jiwa:

Tingkat Pertama : “Pemurnian Budi – Kerinduan terdalam”

Tingkat Kedua : “Pemurnian Rasa”. Jiwa selalu berada dalam hubungan dengan yang lainnya. Dalam hubungan itu lah…Jiwa mengalami sisi terang dan bayang – bayangnya, Antara mimpi dan kenyataan. Antara dendam dan pengampunan
Antara Cinta dan Kehilangan. Semua dirasakan jiwa sebagai letupan – letupan rasa hanyalah sebagian dari dirinya…
Jiwa lebih besar dari perasaannya…

Tingkat Ketiga : “Pemurnian Hati”. Jauhilah segala penyakit hati.

Tingkat Keempat : “Keheningan Jiwa”. Dalam tingkatan keempat kita diajak untuk melepaskan EGO(segala asumsi2) - takut/kuatir/serakah untuk masuk dlm suatu kekosongan diri(Hening). Jiwa menjadi hening ketika melepaskan egonya… Dan membiarkan hidupnya diarahkan oleh makna…Buah dari Keheningan Jiwa adalah Doa.

Tingkat Kelima : “Kebebasan batin”. Kemerdekaan batin tercapai ketika jiwa mampu berkata : “Aku bebas dari rasa dendam, penderitaan, kemarahan dan rasa bersalah.”
“Aku bebas dari rasa diriku adalah yang terpenting’ “Aku bebas dari rasa mengasihani diri”
“Aku bisa menertawakan diriku sendiri”
Aku melihat kejenakaan kehidupan…

Tingkat Keenam : Pengorbanan diri karena Cinta adalah jalan Jiwa untuk menemukan Kedamaian Sejati.

Jiwa tidak akan kehilangan apa – apa. Akan tetapi justru akan mulai melihat KehadiranNya dalam segala sesuatu.

Jiwa menari dengan irama alam semesta…
Dia tidak lagi berada di dalam dunia…
Dunia berada dalam dirinya..

Tingkat Ketujuh : “Pencerahan” Inilah tingkat tertinggi dari kesadaran Jiwa. Ketika Jiwa bersatu dengan Yang Ilahi.
Ketika mata Jiwa dibuka dan menemukan bahwa dirinya mengatasi kehidupan, maut dan kematian…
Karena dirinya adalah Roh Murni, dari awal dan akan senantiasa demikian

Jiwa dan Kedudukannya Dalam Pndangan Islam

JIWA DAN KEDUDUKANNYA DALAM PANDANGAN ISLAM



Oleh : Tajudin





Pendahuluan

Setiap ciptaan Allah memiliki ciri masing-masing dari yang bersifat sederhana hingga yang bertingkat tinggi. Dalam kitab Tafsir al-Maraghi Allah menciptakan makhlukNya terbagai bertingkat-tingkat. Ada yang bersifat Jamadi, Nabati, Hayawani dan yang terkahir bersifat Inasni.

Ciptaan yang berbentuk Jamadi adalah bebatuan. Sifat-sifat batu diam, ia tidak dapat bergerak dengan sendirinya tanpa kejadian yang lain. Bebatuan akan bergerak apabila ada faktor lain yang dominan seperti bencana alam atau ulah manusia yang menginginkan adanya perubahan. Nabati adalah tetumbuhan, ia dapat bergerak, dari biji-bijian berubah menjadi tunas, berubah menjadi berdaun, memiliki batang tangkai, ranting dan lain sebagainya. Hayawani ia dapat bergerak dari tempat yang satu ke tempat yang lain, bahkan ia mampu berpindah-pindah dari pulau ke pulau yang lain. Insani tidak hanya dapat berubah, berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Insani memiliki persaan rasa kasih sayang dengan sesama, lebih dari ia mempunyai perhatian terhadap makhluk yang lain. Dalam firman Allah manusia adalah makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan ciptaan-ciptaan yang lainnya. Karena ia memiliki akal pikiran yang mampu merubah keadaan alam raya ini.

Manusia diciptakan oleh Allah memiliki daya sebagai berikut:

1. daya kemampuan, sehingga Allah menyerahkan kekuasaan ini pengelolaan alam raya ini kepada manusia. Allah menyebut manusia sebagai khalifah
2. manusia memiliki Iradah keinginan-keinginan. Manusia diciptakan oleh Allah dalam mengarungi kehidupan ini mempunyai pilihan-pilihan. Manusia dari zaman nabi Adam a.s. hingga nabi Muhammad s.a.w., berneka dalam mencari nafkah, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbeda dengan makhluk yang lain, monoton tidak mengalami perubahan
3. manusia memperoleh ilmu pngetahuan langsung dari Allah dalam firman Allah yang artinya: ... Allah mengajarkan nama-nama kepada Adam a.s. semuanya ... (al-Baqarah 31)

Semua itu karena manusia memiliki nafsu, yang sering diartikan jiwa. Nafsu laksana api, tidak boleh dipadamkan, dengan kata lain ditiadakan, akan tetapi ia harus diatur untuk menodorong dalam mengadakan kegiatan demi terwujudnya cita-cita..

Namun demikian nafsu tidak selalu berada dalam jalan positif. Nafsu bisa jadi berada dalam jalan yang positif seperti yang telah digambarkan di atas, ia juga bisa berada pada pada posisi yang mengenaskan dan bahkan lebih hina dari yang tidak mempunyai akal pikiran. Dalam firman Allah disebutkan yang artinya: Maka pernakah kamu lihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya (al-Jasiyah 22)

Dari uraian terebut dapat diambil kesimpulan begitu peliknya nafsu, suatu waktu berada di jalan yang diridhai, dan tidak menutup kemungkinan dimurkai oleh Allah. Dengan demikian penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana nafsu dan kedudukannya dalam ajaran Islam?



Pengertian Nafsu

Nafsu ditinjau dari segi bahasa berasal dari bahasa Arab, Nafsun (kata mufrad) jama’nya, anfus atau Nufusun dapat diartikkan ruh, nyawa, tubuh dari seseorang, darah, niat, orang dan kehendak[2]. Dalam bahasa Inggris Psycho diartikan jiwa atau mental[3] jiwa menurut bahasa Indonesia adalah: roh manusia yang ada di tubuh dan menyebabkan hidup, atau seluruh kehidupan batin manusia yang terjadi dari perasaan, pikiran angan-angan dan sebagainya[4]

Dalam tinjauan kebahasaan jiwa dalam bahasa Arab mengandung arti lebih luas dibandingkan dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Arab ruh sebagai tanda adanya kehidupan, atau nyawa. Atau diartikan tubuh/jasad manusia, atau keinginan-keinginan manusia. Dalam bahasa Inggris hanya mengandung arti jiwa dan mental, dalam arti lain sikap atau keadaan seseorang.

Istilah nafsu sering diartikan pada hal yang serba negatif yang sesungguhnya tidak selamanya nafsu berarti buruk. Nafsu, dapat juga diartikan jiwa seperti dalam tinjauan kedua bahasa tersebut di atas. Jiwa dalam pandangan filsafat dapat digambarkan ”tidak dapat menentang dorongan naluri, sehingga ia tetap pada suasana naluri, sehingga orang terhindarlah dari rasa kurang harga diri yang sangat menyedihkan. Ia tahu bagaimana seharusnya, tetapi tidak bisa melaksanakannya.”[5] jiwa sering diidentikan dengan ide, karena ide itu kekal maka jiwapun kekal. Setelah jasad seseorang meninggal, nafsulah yang akan diadili untuk sampai kepada pulau-pulau bahagia[6]. Klasifikasi yang tepat dalam tinjauan filsafat adalah sebagai berikut:

a. teori yang memandang jiwa sebagai subtansi yang berjenis khusus, yang dilawankan misalnya dengan subtansi material

b. teori-teori yang memandang jiwa sebagai jenis kemampuan artinya semacam pelaku atau pengaruh dalam kegiatan-kegiatan

c. teori-teori yang memandang jiwa semata-mata sebagai sejenis proses yang tampak pada organisme-organisme hidup

d. teori-teori yang menumbuhkan penegertian jiwa dengan pengertian tingkah laku[7]

Pada tinjauan filsafat jiwa bukan sekedar materi atau sesuatu yang ada walaupun dalam bentuk konsepsi, dalam filsafat sesuatu yang ada tidak hanya yang dapat disaksikan oleh panca indera, tetapi segala sesuatu yang ada baik yang dijangkau oleh panca indera maupun ada dalam angan-angan. Nafs dapat dilihat gejala-gejalanya seperti tanda-tanda kehidupan dan lain-lain Pandangan ini menunjukan bahwa jiwa akan dimintai pertanggung jawaban nanti pada pulau-pulau bahagia. Jiwa eksis di materi. Apabila ia pada manusia berarti ia berada di balik kehidupan manusia itu sendiri. Hal ini dapat ditinjau pada fenomena diri manusia itu sendiri, seperti kemampuan

Jiwa pada manusia sebagai tanda adanya kehidupan, oleh karena itu jiwa dapat diartikan roh. Roh itu juga dapat diartikan semangat, maka muncul istilah roh lemah atau kuat. Dengan demikian roh atau jiwa diartikan:

a. Kekuatan yang menyebabkan hidupnya manusia

b. Serta menyebabkan manusia dapat berfikir, berperasaan dan berkehendak

c. Lagi pula yang menyebabkan manusia mengerti atau insyaf akan segala geraknya[8]

Pada tinjauan umum jiwa dapat disejajarkan dengan roh. Roh diartikan sebagai semanagat atau ciri khas sesuatu yang hidup. Dapat diartikan sebagai faktor adanya kehidupan dan dapat diartikan sebagai kesadaran segala apa yang telah, sedang dan akan diperbuat

Pada sisi lain dalam pembagian jiwa, jiwa dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu: bagian rasional terdapat pada kepala, bagian keberanian dalam dada dan bagian terakhir bagian keinginan yang berada di bawah sekat rongga badan[9]

Pada pembagian posisi ini, sesuai dengan asal kejadian manusia. Apabila ia mengikuti bagian rasio berarti mencoba memposisikan dirinya pada tempat yang tertinggi. Apabila ia memposisikan dada berarti ia berada dalam pertengahan, keberanian berada diantara pengecut dan nekat, arti pertengahan di sini adalah penuh dengan pertanggung jawaban dan seterusnya



Nafsu dan Ruh dalam Ajaran Islam

Seperti apa telah dipaparkan di atas, nafsu sering berkonotasi buruk, seperti yang diungkapkan oleh kalangan sufi ”nafs adalah sesuatu yang tercela dalam sifat-sifat hamba, akhlak dan perbuatannya”.[10] Sedangkan Ruh adalah kehidupan, kenyataan yang ada dalam hati bernuansa lembut. Ia dapat naik ketika ia dalam keadaan tidur dan akan kembali ketika manusia itu terbangun[11]

Sebelum membahas tentang asal-mula nafs dan ruh, penulis menyikapi pendapat kalangan sufi yang mengartikan nafs serba negatif, hal ini kurang tepat sebab dalam ayat-ayat al-Qur’an kata nafs tidak hanya yang berhubungan dengan sesuatu yang serba ma’shiyat kepada Allah seperti ketika Allah memanggil nafsu yang tenang dengan panggilan: Ya ayyatuhannafsul muthma’innah irji’i ila Rabbiki radhiyatan mardiyyah fadkhuli fi’ibadi, wadkhuli jannaty (hai jiwa yang tenang kembalilah engkau kepada Tuhanmu ...) Untuk kembali kepada Allah adalah mereka yang telah suci, mereka yang telah diridhai berarti telah diampuni segala dosa-dosanya, dan iapun telah dikelompokan dalam hamba Allah berarti pengankuan, yang mengandung arti diangkat kekudukannya, begitu juga mamsuk dalam sorga berarti tidak berdosa lagi.

Setiap ciptaan Allah memiliki asalnya masing-masing. Manusia berasal dari tanah. Malaikat diciptakan oleh Allah berasal dari cahaya dan syaithan diciptakan berasal dari api Nafs digambarkan sebagi ciptaan Allah yang paling egois, egois memiliki kesamaan dengan perilaku syaithan. Maka kejadian nafsu dapat disimpulkan berasal dari api.

Berbeda dengan keberadaan ruh. Digambarkan oleh Allah ketika meniupkan ruhNya kepada manusia dengan pernyataan yang artinya: ”dan saya tiupkan ruh bagi manusia dariKu”. Ruh tidak mungkin dapat diketahui oleh manusia secara detail. Hal ini telah Allah nyatakan dalam firmanNya yang artinya: mereka bertanya kepadamu tentang ruh dijawab oleh Allah, katakanlah bahwa ruh itu urusan Allah. Dan tidak Aku beri ilmu kecuali kecuali hanya sedikit artinya serba terbatas

Pembagian nafsu

Nafsu yang terdapat dalam diri manusia terdiri dari:

1. Nafsu Ammaroh, yaitu jiwa yang belum mampu membedakan mana perbuatan baik dan mana perbuatan tercela. Ia sering berkhianat dan iapun harus menerima dengan apa yang telah diperbuat dalam firman Allah yang berbunyi: Innan nafsa la’ammarotun bissu’
2. Nafsu laawwamah, adalah jiwa apabila telah melaksanakan suatu perbuatan dosa, ia menyesal, ia tidak berani berbuat secara terang-terangan
3. Nafsu Musawalah; adalah jiwa yang telah mampu membedakan, namun ia tetap melaksanakan perbuatan baik dan buruk
4. Nafsu Muthma’inah adalah: jiwa yang telah memperoleh tuntunan dan pemelihraan yang baik
5. Nafsu Mulhamah jiwa yang telah memperoleh ilham dari Allah, ia memperoleh ilmu dihiasi akhlak mahmudah dan menjadi sumber sabar, syukur, tabah dan ulet
6. Nafsu Radhiyah adalah jiwa yang ridha memperoleh kesejahteraan, mensyukuri nikmat Allah dan qana’ah dengan apa yang telah diperoleh
7. Nafsu Mardhiyah adalah jiwa yang diridhai dalam dirinya selalu berzikir, ikhlas dan memperoleh kemuliaan
8. Nafsu Kamilah adalah jiwa yang sempurna[12]

Secara garis besarnya bahwa nafsu dibagi menjadi dua yaitu: Nafsu yang taat melaksanakan perintah-perintah Allah meninggalkan semua larangan-laranganNya. Kedua adalah nafsu yang cenderung melawan ketentuan-ketentuan Allah, keinginan-kkeinginannya selalu yang berlawanan

Nafsu Ammarah adalah bius akal, apabila tentara akal lemah maka tentara syaitan menyerang dan apabila manusia sedang marah syetan mempermainkannya laksana anak kecil mempermainkan bola[13]

Untuk mewujudkan jiwa yang baqa, dan berada pada tempat yang mulia harus mampu menjaga kebersihannya seperti dalam firman Allah dinyatakan Qad aflaha man tazakka sungguh memperoleh kemenangan orang-orang yang selalu menjaga kebersihannya. Untuk menjaga agar jiwa tetap bersih perlu adanya latihan. Setidaknya kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah pada semua umat manusia seperti shalat lima waktu, zakat bagi yang mampu, puasa pada bulan ramadhan dan pergi menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Dalam menjaga nafs agar tetap pada fitrahnya secara terperinci sebagai berikut:

1. Mengendalikan lidah, lebih baik diam dari pada berkata-kata yang tidak baik. Pada mulut terdapat keutamaan dan bahaya. Keutamaan misal dengan berbicara memperololeh keuntungan, seperti: memberi nasihat kepada yang lebih muda, memberi peringatan kepada sesama dan lain-lain. Bahaya dengan mulut ia akan menuai kemarahan orang disekitar seperti berbicara berlebihan, melibatkan diri dalam perkara yang batil, menggunjing dan lain-lain. Ada perumpamaan terpelesetnya kaki tidak akan lebih berbahaya dibandingkan dengan terpelesetnya mulut akan menjadikan kematian

2. Adab berbagai hubungan. Hubungan dengan keluarga, hubungan dengan tetangga dan hubungan dengan sasama muslim. Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa untuk menjaga keselamatan diutamakan dalam pada diri sendiri, keluarganya dari api neraka, kedua siapa yang ingin masuk sorga maka hormatilah tetangganya dan mewujudkan adanya persaudaraan

3. Hubungan dengan beragam manusia. Islam tidak hanya mengatur intern ummat bahkan antar umat beragama. Dalam urusan mu’amalah tidak ada batas selagi tidak ada larangan kecuali dalam masalah ritual, Islam tegas-tegas tidak ada kerja sama. Sebagai muslim tidak dipekenankan mengikuti tata peribadatan non Islam dan tidak diperbolehkan mengganggu mereka



Kesimpulan

Dari uraian dai atas dapat disimpulkan bahwa antara Nafsu dan Ruh seolah sama seperti nafsu dan ruh sebagai tanda kehidupan, ia juga yang akan mempertanggungjawabkan segala apa yang telah diperbuat nanti di akhirat. Nafs dan ruh pun memiliki kekekalan dengan kata lain baqa.

Namun apabila diteliti secara cermat antara ruh dan nafs mempunyai perbedaan asal-mula kedua. Nafs adalah ciptaan Allah sedangkan ruh merupakan bagian dari Allah. Pada ruh Allah menyatakan ia adalah bagian dariKu sedangkan nafs dipanggil oleh Allah kembalilah engkau dan masuklah dalam sorgaKu.

Allah memnciptakan segala sesuatu mengandung manfaat bagi manusia sekecil apapun apabila manusia mampu memahaminya. Lebih dari itu nafs melekat pada diri manusia. Tidak diperbolehkan dihilang dari diri manusia, ia harus tetap eksis keberadaannya. Nafs laksana api bagi kehidupan alam raya ini, bagi manusia sebagai motor penggerak dalam memenuhi kebutuhan manusia





DAFTAR PUSTAKA



An-Naisabury, Abul Qasim al-Qusyairy, Risalah Qusyairiyah, Risalah Gusti, Surabaya, 1996

Bertens K., Sejarah Fiksafat Yunani, Kanisius, 1999.,

Chaplin, J.P.., Kamus Lengkap Psikologi, Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2006

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, 1990

Hawwa, Sa’id., Mensucikan Jiwa, Robban Press, Jakarta, 2001

Kattsoff. Louis, O, Pengantar Filsafat, Tiara Wacana, Yogyakarta, 1992

Langeveld.MJ, Menuju ke Pemikirian Filsafat, Pembangunan cet. ke I

Umary, Barmei , Materi Akhlak, Ramadhani, Solo, 1991

Walgito. Bimo, Pengantar Psikologi Umum, cet ke III., Andi Offset Yogyakarta, 1993

Yunus Mahmud, Kamus Bahasa Arab Indonesia, Hidakarya Agung, Jakarta, 1989.