Bimbingan Konseling
- ABKIN
- AD RT ABKIN
- AD RT mgbk
- ADM BK
- AKHMAD SUDRAJAT
- alQiyamah-Muslim Blog
- ARRAHMAH.COM
- AZAS BELAJAR
- BADAN AKREDITASI NASIONAL
- Belajar Psikologi
- Bimbingan Pribadi
- BISNIS ONLINE. berbagi software GRATIIIIIIS
- BK GRESIK
- BK SMP
- BSNP INDONESIA
- BUAT LOGO
- BUKU REFERENSI BK
- CEK DATA GURU SERTIFIKASI
- DINAS PENDIDIKAN KAB PANDEGLANG
- DUNIA GURU
- DUNIA PSIKOLOGI
- EDI TOPAN
- Facebook MGBK Nas Group
- G-Sunnah
- GURU KREATIF
- HARUN YAHYA
- HARUN YAHYA INDONESIA
- INFO PENDATAAN GURU
- INFO SEPUTAR BK
- KEMDIKNAS
- KUMPULAN PP TENTANG DIKNAS
- LAB KONSELING
- Media Pembelajaran Online
- MISTERI OTAK BESAR
- NISN
- NUPTK
- NUPTK
- P4TK Penjas BK
- PEMERINTAH KAB. PANDEGLANG
- PENILAIAN KINERJA GURU BK
- PETUALANG WEB
- PROFIL 33 PROVINSI DI INDONESIA
- psdmp.kemdiknas.
- PSIKOLOGI ISLAM
- PSYCHOLOGYMANIA
- PTBK
- PTBK contoh
- PTBK DAN ADM BK
- PTK GURU
- PUSAT SOAL CPNS
- RPP B. Indo
- RPP BK
- SERTIFIKASI GURU
- TUNJANGAN PROFESI
- WEB KAJIAN PSIKOLOGI & BK
- WIKIPEDIA
Jumat, 07 Oktober 2011
KESALAHAN MENDIDIK ANAK
Ada 16 kesalahan yang banyak dilakukan orang tua yang tidak disadari sebagai kesalahan, tetapi justru dianggap sebagai tindakan yang benar yaitu:
• Mematahkan kemauan anak
• Menghina dengan mengatakan anak jelek, seperti “bodoh”, “jahat”, “hakal” dan kata-kata buruk lainnya
• Menakuti anak dengan orang-orang yang seharusnya dicintainya, dihormati dan dikaguminya seperti dengan ayahnya, dokter, polisi dan guru
• Menegur anak dengan membentak atau dengan suara keras
• Terlalu banyak melarang anak dengan mengatakan “JANGAN”
• Bertengkar dengan anak
• Melabeli anak dengan label yang menghina, merendahkan atau buruk
• Berbicara terlalu banyak kepada anak dengan maksud melarang
• Membohongi anak
• Suka membesar-besarkan kesalahan anak
• Tidak melatih anak bekerja
• Memprogram anak dengan program kegagalan
• Menjadikan pekerjaan sebagai alat untuk menghukum
• Menghina anak didepan kawan-kawannya
• Membanding-bandingkan anak dengan saudara atau temannya
• Menuruti kemauan anak
5 TINGKATAN MANUSIA ( MENURUT SIFAT )
1. Orang Malas
Orang malas adalah seseorang yang berada pada tingkatan paling bawah. Tahukah kau mengapa mereka selalu ada di tingkatan paling bawah?? Sebab orang malas selalu mengulur waktu untuk melakukan sesuatu. Seperti yang kita ketahui perkataan yang selalu mereka ucapkan "iya ntar lagi." atau perkataan berikut "nanti juga bisa." Inilah sebabnya orang malas tidak pernah berhasil. Mereka selalu mengulur waktu. Bukankah ada pribahasa yang mengatakan "waktu adalah uang."Jadi masih mau jadi orang malas??
2. Orang Pintar
Nah berikutnya adalah orang pintar.Mengapa orang pintar?? Sebab orang pintar berani melakukan sesuatu dan mengerjakan sesuatu itu dengan baik. Namun bila mereka sudah melakukan 1x kesalahan maka mereka akan segera menyerah dan tidak mau berusaha lagi. Mereka selalu merasa dirinya paling pintar. Sebab itu mereka menganggap sesutu itu mudah dan mereka selalu menyepelekan sesuatu yang mereka anggap tidak penting. Itulah kesalahan dari orang pintar.Menganggap yang kecil itu tidak penting. Bukankah ada pribahasa yang mengatakan:"Ribuan kilometer perjalanan dimulai dari satu langkah kecil."
3. Orang Cerdas
Yang ke-3 adalah orang cerdas. Loh?!Bukan nya orang cerdas dan orang pintar sama?? Jawabannya adalah orang pintar belum tentu cerdas tapi orang cerdas sudah pasti pintar. Orang cerdas itu orang yang jika diberikan masalah maka mereka akan mencari jalan keluarnya. Mereka merasa tertantang bila di berikan suatu "misi" yang mereka anggap sebagai suatu pembelajaran hidup untuk bisa lebih maju.
4. Orang Beruntung
Setelah orang cerdas adalah orang adalah orang beruntung. Mengapa orang beruntung?? Sebab sepintar atau secerdas apapun seseorang jika dia tidak beruntung maka dia tidak akan mndapatkan sesuatu yang mereka impikan.Kita di dunia ini tidak bisa lepas dari faktor "lucky". Jadi bila kita sudah cerdas berdoalah semoga kita bisa mendapatkan suatu keberuntungan sehingga banyak impian kita bisa tercapai.
5. Orang Licik
Yang paling atas adalah orang licik. Bahkan orang licik berada di atas orang beruntung. Mengapa bisa orang licik?? Sebab orang licik bisa mengambil keberuntungan seseorang dengan cara mereka yang kotor dan jahat. Itu sebabnya orang licik berada paling atas. Semoga orang licik di dunia ini bisa hilang. Tapi itu mustahil,sebab sulit untuk menghilangkan orang licik. Mengapa kelicikan tidak bisa hilang?? Sebab keserakahan lah yang membuat seseorang tidak puas dengan apa yang mereka punyai,sehingga kelicikan bisa timbul di pikiran orang tsb.
MEREDAM PUTUS CINTA
1. Hindari dia sepenuhnya
Jika kamu adalah orang2 yang susah melupakan sesorang maka ada baiknya kamu harus menghindari semua kontak yang mungkin terhubung ke mantan kamu.
2. Nikmati Sakitnya
Aneh juga kedengarannya, tapi tak apa. inilah sebuah proses bahwa kamu sedang berada dalam proses penyembuhan. apa yang kamu dapat dari hal ini adalah jika kamu dapat melewatinya maka kamu akan menjadi sosok yang tegar dikemudian hari. hidup ini kejam kawan-kawan, kamu perlu mendapat pelajaran berharga untuk dapat mengarungi hidup ini kedepannya.
3. Alihkan Perhatian
Ini adalah pesan yang mungkin sering kamu dengar dari orang2 disekitar kamu saat mengalami patah hati. benar kata mereka jangan selalu memikirkan apa yang biasa kalian lakukan, mendengarkan lagu kesukaannya adalah hal paling buruk jika ingin melupakan sesorang. cobalah sekali-kali mencari kegiatan lain yang gak ada hubungannya dengan mantan kamu. itu akan banyak membantu.
4. Jangan umbar cerita
Curhat kepada sesorang mungkin adalah hal tepat untuk melampiaskan perasaan kamu, namun jangan terlalu banyak cerita kepada orang lain, cukup kepada orang yang paling dekat dengan kamu, hal ini dihindari karena jika kamu terlalu banyak umbar cerita tentang kandasnya sebuah cinta sejati.. huhuhuhuuu.... pasti akhirnya nangis lagi deh...
5. Dekatkan diri dengan keluarga
Keluarga adalah pihak yang selalu berada dibalakang kamu saat kamu kesulitan, begitu juga dengan soal percintaan, ada banyak cinta di keluarga mereka akan bantu kamu melupakannya.
6. Buang segala kenangan
Jika kamu putus sama doi karena doi emang 4ssh0le jangan pernah berharap dia kembali lagi sama kamu. karena dia pasti akan mengulangi hal yang sama dikemudian hari. ka dari itu buang semua yang sekiranya akan mengingatkan kamu dengan dia.
7. Santai saja
Intinya, cinta putus bukan berarti itu akhir dunia bukan? ada hal lain yang lebih menyenangkan. untuk kalian yang cewek biasanya habis putus cinta pasti akan buru-buru cari pasangan baru untuk dijadikan pelampiasan. namun itu bukanlah hal yang bijak.. hati2 terkecoh untuk kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.. kamu akan tambah sakit. jalanin aja sementara sampai kamu mendapatkan seseorang yang tepat dikemudian hari
10 Sifat Kerja Orang Jepang
10 Sifat Kerja Orang Jepang
1.KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.
2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian
mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.
5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony,
patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak
habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak teman saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan
bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-teman dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan
berikutnya.
10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua
resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum
mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa
Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan
mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga
memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya
yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat
Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi.
Mari kita bersama mencari solusi untuk
berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita
harus tetap mau belajar dan menerima
kebaikan dari siapapun juga.
Dari hal di atas tidak ad satu pun yg nyangkut pada indonesia, berikut adalah contoh dr beberapa pns di indonesia:
1. kerja keras : PNS mana yang kerja keras? cuma malas2an di kantor aja. lambat ngerjainnya.
2. malu : kalo jam kerja nongkrong di warung kopi apa disebut malu?
belom lagi jalan2 pake kendaraan dinas? pulang awal? pungli? malunya
dimana?
3. hidup hemat : liat aja motor baru mereka, mobil baru, hp, laptop. padahal gaji cuma berapa.
4. loyalitas : patut dipertanyakan. kalo penjilat sih iya.
5. inovasi : birokrasinya panjang banget, dipersulit lagi. kecuali ada uang pelicin. apa disebut inovasi?
6. pantang menyerah : kayaknya ga ada di mental PNS
7. budaya baca : kalo kerjanya cuma nongkrong, males2an, baca juga berita kriminal, mana bisa maju?
8. kerjasama kelompok : kalo yang ini bener kali yah. kerjasama dalam korupsi, suap, mark up proyek.
9. mandiri : kalo mereka seperti ini negara kita udah tertib.
10. jaga tradisi : kalo ini iya. tradisi datang siang, pulang awal.
kalo jumat, abis sholat jumat semuanya menghilang. pulang ke rumah
masing2. gimana kerjaan mau selesai?
itu lha potret dr SEBAGIAN PNS yg ad di negri kita indonesia ini…
Kamis, 06 Oktober 2011
Kebiasaan
KEBIASAAN
Tidak ada orang yang terlahir dengan rasa minder. Tidak ada orang yang terlahir dengan kebiasaan menggigit kuku, mengupil, atau kecenderungan untuk menunda.
Itu semua adalah tingkah laku yang dipelajari, dan begitu sering kita praktekkan, sehingga menjadi bagian dari sifat alami kita.
Karena semua itu hanyalah bagian dari, dan bukan sifat alami kita, berarti dengan menghilangkannya, semakin mendekatkan kita dengan jati diri kita yang sesungguhnya.
Karena telah mempraktekkannya begitu lama dan dikondisikan untuk memilikinya, kita jadi merasa bahwa kebiasaan-kebiasaan itu menjadi bagian dari diri kita, yang membentuk jati diri kita. Padahal sebenarnya bukan.
Sama seperti skill-skill penting lain yang kita pelajari, misalnya berbicara, makan, dan berjalan, kebiasaan adalah tingkah laku yang kita pelajari dari melihat dan meniru orang lain, karena sepertinya kebiasaan-kebiasaan itu membuat mereka tampak hebat atau merasa senang.
Motivasi untuk mempelajarinya juga sama, yaitu karena kita percaya bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut akan membuat kita bahagia.
Jadi, kita mempraktekkannya, karena percaya bahwa itu bukan cuma akan membuat kita merasa, tapi juga menjadi orang yang lebih baik, dan mewujudkan apa yang kita anggap sebagai orang yang kita cita-citakan.
Kita semua percaya bahwa dibalik semua tingkah laku itu ada niat awal yang positif.
Otak kita hanya akan menyarankan apa yang dianggap sebagai cara terbaik dan paling efektif untuk membuat kita merasa lebih baik. Itu dipelajarinya dari tingkah laku kita dimasa lalu, dari apa yang membuat kita merasa lebih baik, atau lebih nyaman.
Karena biasanya kita belajar dengan sangat cepat, maka kebiasaan akan terbentuk dengan sangat cepat. Merokok, misalnya.
Kita mengawasi orang yang merokok, dan karena terlihat cool, kita menganggapnya sebagai cara yang benar dan bermanfaat untuk ditiru.
Lalu kita memutuskan untuk mencobanya, meski awalnya sulit dan menyakitkan. Menurut anda, berapa banyak orang yang menikmati rokok pertama mereka?
Namun mereka tetap menjalaninya agar bisa seperti orang lain. Hubungan antara merokok dengan tampak cool itu adalah sesuatu yang dipelajari dan terekam di otak kita, sehingga kita menganggap merokok itu sama dengan cool.
Kebiasaan itu tidak muncul begitu saja. Otak kita yang menyarankannya, menurut apa yang dianggapnya terbaik, atau apa yang dulu mungkin pernah berhasil menghilangkan rasa tidak nyaman atau sepertinya menarik.
Jadi, setiap kali merasa tidak nyaman, itu akan memicu otak untuk mengatasinya dengan menyarankan apa yang dulu pernah membuat kita merasa lebih baik, meski cara itu sudah tidak lagi efektif.
Di tahun 1940-an, B F Skinner, seorang psycholog behavioural membangun dua buah maze (jaringan jalan yang rumit). Satu untuk tikus dan satunya lagi untuk para siswa.
Sebagai hadiah untuk menemukan bagian tengah (center), pada tempat pertama (untuk tikus) dia menaruh coklat, dan ditempat kedua dia menaruh $10.
Para tikus dan siswa berlari berputar maze sampai mereka menemukan hadiah. Saat coklat disingkirkan dari tempat pertama, tikus tidak lagi menunjukkan ketertarikannya untuk menemukan bagian center dari maze.
Namun berbeda dengan para siswa, mereka akan terus menelusuri maze untuk mencari bagian tengah, meski mereka tahu bahwa sudah tidak ada lagi uang yang bisa mereka temukan disana.
Itu yang disebut dengan kebiasaan. Begitu terbentuk, akan terus dilakukan, meski sudah tidak lagi alasan untuk melakukannya.
Pete menulis: Saat masih remaja, aku punya seekor anjing, dan terbiasa melihatnya disekitar rumah. Aku selalu melihatnya, dan dia akan datang setiap kali aku memanggil namanya.
Meski anjing itu sudah mati 10 tahun yang lalu, namun setiap kali aku mengunjungi rumah orang tua ku, aku masih berharap dia akan berada di sana, berlari untuk menyambut ku.
Ini menunjukkan tingkah laku yang dikondisikan. Polanya mirip dengan cara yang telah membentuk dan mempertahankan berbagai kebiasaan. Meski kita coba untuk menghentikannya, namun otak kita tetap menyarankannya.
Karena kita telah banyak menghabiskan waktu untuk melakukannya, namun otak kita tetap saja membujuk kita bahwa tindakan itulah yang terbaik.
Tapi bagaimana dengan tingkah laku?
Kekayaan Terbesar Ada dalam Diri Anda
Kekayaan Terbesar Anda Ada Di Dalam Diri Anda
Setiap manusia pasti ingin bahagia, ingin segala kebutuhannya terpenuhi, ingin bebas melakukan apa saja yang ia inginkan tapi tidak semua orang bisa melakukannya. Banyak orang yang terjebak dalam jurang kehidupan yang sulit bahkan tidak sedikit pula orang yang hanya hidup dalam keadaan financial yang biasa-biasa saja. Bisa di katakan makmur (cukup hanya rumah dan sumur) he he he.. alias miskin. Kemudian apa yang harus di lakukan untuk mengubah nasibnya...?
Mereka berfikir bahwa orang kaya yang memiliki banyak uang pasti hidupnya bahagia, senang , bisa melakukan apa saja sesuai yg di inginkan. Kemudian mereka pun mulai berfikir bagaimana mereka bisa menjadi kaya dengan cepat, instan tanpa memperdulikan proses yang sangat penting untuk menjadi kaya tersebut. Mereka melakukan berbagai macam cara, bahkan ada pula yang sampai terjerumus dalam lembah hitam kejahatan.
Mencapai puncak kesuksesan bukanlah hal yang mudah untuk di lakukan, kenapa seperti itu..? Karena banyak sekali cobaan dan godaan yang harus kita lalui untuk bisa mencapai kesana. Banyak orang yang hanya semangat di awal saja, tetapi setelah dia mengalami sedikit saja hambatan langsung menyerah dan gidak berani memulai lagi. Padahal kata om Bob Sadino "Kesuksesan itu adalah sebuah titik kecil di atas segunung kegagalan", artinya kita harus melewati proses nya terlebih dahulu, jika kita menyerah sebelum sukses baru itu namanya kegagalan. Seperti kepompong yg bermetamorfosis untuk menjadi kupu-kupu yang sangat indah.
Tahukah anda Donald J Trump..? Sebelum ia menjadi Milyuner Dollar seperti saat ini, ia pernah mengalami kebangkrutan hingga $ 9.000.000.000,- (Sembilan Milyard Dollar Amerika) Bayangkan saja. Bahkan ia pernah berkata ketika bangkrut "Gelandangan itu lebih kaya 9 Milyar Dollar dari saya. Nah jika ketika ia gagal itu ia menyerah apa yang akan terjadi..? Tentunya dia tidak akan menjadi Sesukses sekarang bukan..? Tapi apa yang ia lakukan..? Ia sadar kalau ia gagal, tapi ia tidak larut dalam kegagalan tersebut. Ia bangkit dan akhirnya bisa Sukses kembali menjadi Raja Properti dan Milyuner seperti sekarang ini.
Saya akui bahwa kegagalan itu pahit, karena saya pernha mengalaminya. Tapi itu wajar, semua orang sukses di dunia pasti pernah mengalaminya. Tapi jika kita mau berusaha dan bangkit kita pasti bisa mencapai Kesuksesan itu kembali. Dunia pasti berputar kawan, Tuhan juga tidak akan menguji hambaNya di luar kemampuan hambaNya kan..?
Jika ada orang kaya yang ingin membeli 2 mata anda seharga 100 juta apa anda rela menjualnya...? 2 tangan anda seharga 500 juta apa anda mau menjualnya, jantung anda seharga 1 milyard apa anda mau menukarnya..? Tentu tidak kan..? Itu artinya diri anda jauh lebih berharga dari sejumlah uang itu.
So Kekayaan terbesar anda bukanlah harta yang anda miliki, harta, rumah, mobil, emas, tanah, bukan yang di luar diri anda itu. Tapi apa yang ada di dalam diri anda, kemampuan itu, semangat itu, keberanian itu, ketekunan itu, kekonsistenan itu. Semuanya ada di dalam diri anda. Anda Pasti bisa melakukannya. Kuncinya Berusaha dan Berdoa enough..!
Mungkin Seribu kali anda memukul batu itu tidak akan pecah, tapi pada pukulan yang ke seribu satu batu itu bisa saja pecah. Terserah anda masih ingin melakukan pukulan terakhir atau tidak.
Berjuanglah untuk orang-orang yang anda cintai dan Jangan pernah menyerah..!
Karena Tuhan pasti punya alasan kenapa anda di ciptakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
