Senin, 09 April 2012

Aspek dan Indikator Profesional Guru BK



Kompetensi Profesional Guru Bimbingan dan Konseling/KonselorDalam Permendiknas No. 27 tahun 2009 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor dinyatakan bahwa kompetensi yang harus dikuasai guru Bimbingan dan Konseling/Konselor mencakup 4 (empat) ranah kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempat rumusan kompetensi ini menjadi dasar bagi Penilaian Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor.
Jika diperbandingkan antara ekspektasi kinerja Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dengan kinerja guru mata pelajaran. Guru mata pelajaran tampak lebih dominan dalam  penguasaan ranah kompetensi pedagogik, sedangkan Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor lebih dominan dalam penguasaan ranah kompetensi profesional.
Dengan tidak bermaksud mengesampingkan ranah atau wilayah kompetensi lainnya, berikut ini disajikan aspek dan indikator kompetensi profesional yang harus dikuasai seorang Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor:
A. Menguasai konsep dan praksis penilaian (assessment) untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli. Mendeskripsikan hakikat asesmen untuk keperluan pelayanan konseling, memilih teknik penilaian sesuai dengan kebutuhan pelayanan bimbingan dan konseling, menyusun dan mengembangkan instrumen penilaian untuk keperluan bimbingan dan konseling, mengadministrasikan asesmen untuk mengungkapkan masalahmasalah peserta didik, memilih dan mengadministrasikan teknik penilaian pengungkapan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi peserta didik, memilih dan mengadministrasikan instrumen untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta didik berkaitan dengan lingkungan, mengakses data dokumentasi tentang peserta didik dalam pelayanan bimbingan dan konseling, menggunakan hasil penilaian dalam pelayanan bimbingan dan konseling dengan tepat, menampilkan tanggung jawab profesional dalam praktik penilaian:
  1. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengembangkan instrumen nontes (pedoman wawancara, angket, atau format lainnya) untuk keperluan pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  2. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengaplikasikan instrumen nontes untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta didik/konseli berkaitan dengan lingkungan.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mendeskripsikan penilaian yang digunakan dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik/konseli.
  4. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat memilih jenis penilaian (Instrumen Tugas Perkembangan/ITP, Alat Ungkap Masalah/AUM, Daftar Cek Masalah/DCM, atau instrumen non tes lainnya) yang sesuai dengan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling.
  5. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengadministrasikan penilaian (merencanakan, melaksanakan, mengolah data) untuk mengungkapkan kemampuan dasar dan kecenderungan pribadi peserta didik/konseli.
  6. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengadministrasikan penilaian (merencanakan, melaksanakan, mengolah data) untuk mengungkapkan masalah peserta didik/konseli (data catatan pribadi, kemampuan akademik, hasil evaluasi belajar, dan hasil psikotes).
  7. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menampilkan tanggung jawab profesional sesuai dengan azas Bimbingan dan Konseling (misalnya kerahasiaan, keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam praktik penilaian.
B. Menguasai kerangka teoretik dan praksis Bimbingan dan Konseling.Mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling,mengaplikasikan arah profesi bimbingan dan konseling, mengaplikasikan dasar‐dasar pelayanan bimbingan dan konseling, mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja, mengaplikasikan pendekatan/model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling, mengaplikasikan dalam praktik format pelayanan bimbingan dan konseling.
  1. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengaplikasikan hakikat pelayanan Bimbingan dan Konseling (tujuan, prinsip, azas, fungsi, dan landasan).
  2. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menentukankan arah profesi bimbingan dan konseling (peran sebagai Guru Bimbingan dan Konseling/konselor).
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengaplikasikan dasar‐dasar pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  4. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengaplikasikan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja.
  5. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengaplikasikan pendekatan /model/jenis pelayanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
  6. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengaplikasikan praktik format (kegiatan) pelayanan Bimbingan dan Konseling.
C. Merancang Program Bimbingan dan Konseling. Menganalisis kebutuhan konseli, menyusun program bimbingan dankonseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan konseli secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan, menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling, merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling.
  1. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menganalisis kebutuhan peserta didik/konseli.
  2. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menyusun program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didik/konseli secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menyusun rencana pelaksanaan program pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  4. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program pelayanan Bimbingan dan Konseling.
D. Mengimplementasikan Program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif. Melaksanakan program bimbingan dan konseling, melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam pelayanan bimbingan dan konseling, memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal, dan sosial konseli, mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling.
  1. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat melaksanakan program pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  2. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat melaksanakan pendekatan kolaboratif dengan pihak terkait dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat memfasilitasi perkembangan akademik, karier, personal/ pribadi, dan sosial peserta didik/konseli.
  4. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mengelola sarana dan biaya program pelayanan Bimbingan dan Konseling.
E. Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling. Melakukan evaluasi hasil, proses, dan program bimbingan dan konseling, melakukan penyesuaian proses pelayanan bimbingan dan konseling, menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait, menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program bimbingan dan konseling.
  1. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat melakukan evaluasi proses dan hasil program pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  2. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat melakukan penyesuaian kebutuhan peserta didik/konseli dalam proses pelayanan Bimbingan dan Konseling.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi pelayanan Bimbingan dan Konseling
  4. kepada pihak terkait.
  5. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan mengembangkan program pelayanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan analisis kebutuhan.
F. Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional.Memberdayakan kekuatan pribadi, dan keprofesionalan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor, meminimalkan dampak lingkungan dan keterbatasan pribadi Guru Bimbingan dan Konseling/konselor, menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional Guru Bimbingan dan Konseling/konselor, mempertahankan obyektivitas dan menjaga agar tidak larut dengan masalah peserta didik, melaksanakan referal sesuai dengan keperluan, peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi, mendahulukan kepentingan peserta didik daripada kepentingan pribadi Guru Bimbingan dan Konseling/konselor.
  1. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat memberdayakan kekuatan pribadi, dan keprofesionalan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor.
  2. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat meminimalisir dampak lingkungan dan keterbatasan pribadi Guru Bimbingan dan Konseling/konselor.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menyelenggarakan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional Guru Bimbingan dan Konseling/konselor.
  4. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mempertahankan objektivitas dan menjaga agar tidak larut dengan masalah peserta didik/konseli.
  5. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat melaksanakan layanan pendukung sesuai kebutuhan peserta didik/konseli (misalnya alih tangan kasus, kunjungan rumah, konferensi kasus, instrumen bimbingan, himpunan data)
  6. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat menghargai identitas profesional dan pengembangan profesi.
  7. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mendahulukan kepentingan peserta didik/konseli daripada kepentingan pribadi Guru Bimbingan dan Konseling/konselor.
G. Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam Bimbingan dan Konseling. Mendeskripsikan berbagai jenis dan metode penelitian, mampu merancang penelitian bimbingan dan konseling, melaksanakan penelitian bimbingan dan konseling, memanfaatkan hasil penelitian dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling.
  1. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat mendeskripsikan jenis dan metode penelitian dalam Bimbingan dan Konseling.
  2. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor mampu merancang penelitian dalam Bimbingan dan Konseling.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat melaksanakan penelitian dalam Bimbingan dan Konseling.
  4. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor dapat memanfaatkan hasil penelitian dalam Bimbingan dan Konseling dengan mengakses jurnal yang relevan.
Refleksi:
Berkaitan dengan Penilaian Kinerja Guru BK/Konselor, begitu banyak indikator yang harus dipenuhi. Untuk menguasai semuanya secara paripurna tentu hal yang tidak mudah atau mungkin bisa dibilang mustahil. Maka hal terpenting bagi kita, mari kita berusaha untuk menguasai indikator-indikator itu sebanyak mungkin. Semakin banyak Anda menguasai indikator, niscaya akan semakin lebih baik hasil kinerja Anda.
Yang menjadi pertanyaan, apa yang bisa  Anda lakukan untuk memperbanyak penguasaan indikator-indikator tersebut? Mari kita berbagi di sini!

Hindari Memotivasi dengan Ancaman


Hindari Memotivasi dengan Ancaman!

Teknik PemotivasianDalam perspektif manajemen, salah satu tugas yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin adalah berusaha memotivasi setiap individu yang dipimpinnya agar memiliki motivasi yang kuat dalam melaksanakan setiap tugas dan pekerjaannya, sehingga pada girilirannya dapat dihasilkan kinerja yang unggul.  Misalnya, untuk meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah atau pengawas sekolah dituntut untuk dapat membina dan meningkatkan motivasi kerja guru. Demikian pula, untuk meningkatkan kinerja siswa (prestasi belajar siswa), seorang guru dituntut untuk dapat  membina  dan meningkatkanmotivasi belajar siswanya.
Upaya memotivasi (motivating) individu dapat dilakukan melalui berbagai cara.  Menurut Huse dan Bowditch (1973), terdapat tiga model memotivasi seseorang, yaitu: (1) model kekuatan dan ancaman; (2) model ekonomik/mesin, dan (3) model pertumbuhan-sistem terbuka.
Yang akan kita bicarakan di sini adalah model yang pertama yaitu pemotivasian  model kekuatan dan ancaman (a force and coercion model). Model ini merupakan model tertua dan sangat sederhana dalam memahami atau memandang manusia.  Model ini mempratikkan pemotivasian dengan cara memaksa orang lain (baik melalui tindakan atau verbal) untuk berperilaku tertentu  dengan cara menggunakan ancaman,  intimidasi atau bentuk lain yang bersifat represif dengan menggunakan kekuatan (power), yang dimilikinya.
Asumsi yang mendasari model pemotivasian  model kekuatan dan ancaman ini adalah bahwa seseorang akan bekerja (belajar atau berperilaku) dengan baik apabila disudutkan pada sebuah situasi, di mana ia hanya bisa memilih bekerja ataukah dihukum (Huse dan Bowditch, 1973).
Asumsi ini senada dengan asumsi yang mendasari teori X-nya McGregor, bahwa pada dasarnya manusia itu malas, suka menghindari tugas dan tanggung jawab, dan apabila tidak diintervensi dan diancam oleh atasan, maka ia akan pasif. Oleh sebab itu agar seseorang mau bekerja ia harus dipaksa (Carver dan Sergiovanni, 1969).
Pemotivasian Model Kekuatan dan Ancaman oleh beberapa kalangan sering disebut sebagai strategi buntu, yaitu strategi yang terpaksa digunakan ketika pemimpin sudah merasa kehabisan akal  (atau justru kehilangan kewarasannya?) untuk merubah perilaku orang-orang yang dipimpinnya.
Sepintas, model pemotivasian yang menebarkan kecemasan ini tampak sangat efektif untuk memotivasi seseorang. Melalui ancaman dan intimidasi tertentu, orang akan menjadi patuh dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan (atau mungkin tepatnya sesuai dengan keinginan).
Namun dibalik itu perlu diwaspadai,  penggunaan pemotivasian model kekuatan dan ancaman ini ternyata  dapat menjadikan orang tidak bahagia dan dapat merusak kepribadian seseorang. Dengan adanya ancaman terus menerus, orang akan merasa tidak bisa mengembangkan potensinya, mengalami ketumpulan berfikir, dan mengalami ketegangan jiwa (stress).
Dalam konteks sekolah, Les Parsons dalam bukunya yang berjudul Bullied Teacher Bullied Student mengupas tentang perilaku intimidasi di sekolah yang dilakukan siswa, guru dan kepala sekolah. Dikatakannya, bahwa pelaku intimidasi secara sengaja bermaksud menyakiti seseorang secara fisik, emosi atau sosial dan pelaku intimidasi sering merasa perbuatannya itu dapat dibenarkan.
Dalam konteks bisnis, hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Nicolas Gillet, dari Universite François Rabelais di Prancis menunjukkan bahwa manajer yang menggunakan ancaman sebagai cara untuk memotivasi karyawan, cenderung memiliki dampak negatif pada kesejahteraan karyawan.
Jika sudah seperti ini,  maka  hasil dari upaya pemotivasian akan menjadi terbalik, seharusnya dapat meningkatkan kinerja atau prestasi yang lebih baik malah yang terjadi adalah penderitaan dan kerusakan kepribadian.
Oleh karena itu, untuk menjadi pemimpin yang sukses sedapat mungkin kita perlumenghindari penggunaan pemotivasian model kekuatan dan ancaman ini. Gunakanlah cara-cara pemotivasian lain yang lebih manusiawi, yang dapat menjadikan orang-orang berbahagia, mampu berinovasi dan dapat mengoptimalkan segenap potensi yang dimilikinya.
Bagaimana menurut Anda?

Rabu, 28 Maret 2012

ETOS KERJA ISLAMI

Angka kemiskinan di Indonesia saat ini berayun sekitar 40 juta orang. Dari jumlah itu tentu sebagian besar adalah orang Islam. Angka kemiskinan tersebut berhubungan langsung dengan etos kerja, poduktivitas, dan kualitas sumber daya manusia yang rendah. Umat Islam mengalami keterpurukan, karena mereka tidak hidup sesuai tuntunan dan tidak memiliki Imam yang memikirkan masa depan mereka.

 Suatu hari seorang pemuda datang menghadap Rasulullah saw untuk meminta sedekah. Rasulullah saw tidak serta merta memberikan uang kepadanya, tetapi bertanya apakah masih punya sesuatu di rumah. Dia menjawab bahwa dia masih punya sebuah panci. Lalu panci itu dilelang dengan harga 2 dirham. Satu dirham dibelikan bahan makanan dan satu dirham lagi untuk membeli sebuah kapak. Rasulullah saw menyuruhnya pergi ke hutan mencari kayu dan menjualnya di pasar, lalu kembali melapor kepada Rasulullah saw beberapa hari kemudian.

Begitulah cara Rasulullah saw menjadikan umatnya bangkit dari ketidak-berdayaannya, menemukan kembali rasa percaya diri dan bangkit mencari rejeki. 
Seandainya semua Ketua RT, Ketua RW, Lurah dan Camat bersikap sama terhadap warganya, maka angka kemiskinan tidak akan separah itu.

Dalam rangka membangun etos kerja yang tinggi Allah berfirman bahwa masing-masing orang akan memperoleh derajat sesuai dengan kerjanya (QS Al An’am 6:132). Mereka yang rajin bekerja akan berbeda derajatnya dibanding dengan yang malas. Untuk mengurangi kemalasan itu Rasulullah saw melarang umatnya untuk tidur setelah shalat subuh. Ibadah itu memang penting tetapi kita dilarang berlama-lama dalam ibadah, lalu mengabaikan kewajiban mencari rejeki Allah. Allah memerintahkan kita untuk mencari karunia-Nya segera setelah selesai shalat Jum’ah (QS Al Jumu’ah 62: 9).

Sejarah mencatat bahwa Umar bin Khaththab pernah mengancam untuk mencambuk seorang pemuda yang berlama-lama beribadah di masjid dengan melalaikan kewajiban mencari nafkah. Dia menggantungkan kebutuhan hidupnya kepada saudaranya.

Sedangkan untuk meningkatkan produktivitas Allah menghasung manusia untuk bekerja sesuai dengan bidang profesinya masing-masing (QS Al Isra’ 17:84; 39:39). Mereka yang bekerja tidak sesuai dengan bidang profesinya akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi dan menguasai bidang baru tersebut. Tentu saja bagi perusahaan keadaan seperti ini akan bersifat kontraproduktif.

Dalam rangka untuk meningkatkan etos kerja umatnya Rasulullah saw pernah bersabda bahwa ada dosa-dosa yang tidak bisa ditebus selain dengan kerja keras dan berkeringat. Bahkan beliau menghasung umat Islam untuk segera keluar di pagi hari mencari rejeki Allah.

Pendeknya masa tidur Rasulullah saw dan para sahabat memungkinkan mereka memiliki cukup waktu untuk bekerja secara optimal demi keberhasilan kerja mereka dunia dan akhirat. Allah mengatakan bahwa lambung mereka jauh dari tempat tidur (QS As Sajdah 32: 16).

Kerja keras Rasulullah dan para saahabat dan kedekatannya kepada Allah pernah menggetarkan Kaisar Romawi, Heraclius. Suatu hari dia terkesima mendengar informasi dari seorang informan yang mengatakan bahwa para pengikut Muhammad itu kalau siang hari bekerja keras seperti penunggang-penunggang kuda yang gagah perkasa. Sedang di malam hari mereka khusyuk beribadah seperti rahib-rahib. Heraclius berkomentar bahwa umat seperti ini tidak bisa dikalahkan.

Etos kerja yang tinggi ternyata tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga meningkatkan kewibawaan umat di mata pesaing-pesaingnya.

Menuju Masa depan Yang Cerah

Masa depan yang lebih cerah adalah masa depan yang sudah ada didepan mata alias sudah pasti bagaimana mencapai masa depan yang lebih cerah?
                               
                     Pertama  : U S A H A

                     Kedua    : PUNYA KEAHLIAN KHUSUS ( dari kursus atau kuliah )

                     Ketiga    : BELAJAR KERAS

                     Keempat : DOA



7 Rahasia Meraih Masa Depan Sukses

Beberapa dari Anda tentu sangat ingin mencapai Kesuksesan di Masa Mendatang yang akan membuat hidup Anda lebih berarti dan lebih baik dari masa sekarang.
Banyak orang yang sudah berusaha dan berjuang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, tetapi belum mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Pengembangan diri dan usaha yang dilakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut belumlah cukup. Ada hal lain yang pada kesempatan ini akan saya sharing dan bagikan rahasianya.
Pada kesempatan ini saya akan memberikan frame atau semacam rahasia, mengapa beberapa orang dapat mencapai mimpinya. Sedangkan sebagian yang lain selalu berusaha mengejar mimpinya, dan ada ada juga yang menganggap bahwa mimpi mereka adalah sesuatu yang tidak mungkin didapat.
Menarik memang jika kita membicarakan sesuatu hal yang diantara sebagian orang merasa tidak yakin tentang pentingnya mimpi bagi mereka.
Jika ada seseorang yang dapat mencapai mimpi-mimpinya maka orang tersebut dianggap beruntung, dan yang lain adalah kurang beruntung. Alangkah bahagianya jika semua orang di dunia ini merasa beruntung karena dapat mencapai mimpinya.
Tapi jika saya dapat memberikan Rahasia yang dapat diikuti dan mudah untuk diterapkan kenapa tidak untuk dilakukan dan diukur serta dibuktikan keberhasilannya… Karena sudah banyak yang terbukti bisa mencapai dan menciptakannya menjadi lebih besar lagi dari keinginannya…
7 Rahasia yang akan membuat Masa Depan Anda Sukses:
1. Bertanggung Jawab terhadap dimana Anda berada saat ini
2. Perjelas Apa Nilai2 Hidup Anda (Apa yang penting bagi Anda?)
3. Tulis Apa yang Anda inginkan?
4. Bersihkan semua memori masa lalu yang tidak konsisten dengan Apa yang diinginkan?
5. Ciptakan Gambaran dan ciptakan memori baru untuk kehidupan Anda di masa depan
6. Selaraskan Pikiran Anda dengan Goal Anda
           7. Lakukan dengan Partisipasi 100%
1. Bertanggung Jawab terhadap dimana Anda berada saat ini?
a. Jika tidak bertanggung jawab terhadap posisi saat ini berarti Anda menyia-nyiakan Energi yang Dimiliki saat ini untuk melakukan hal yang tidak Anda sukai.
b. Jika Anda menyukai pekerjaan Anda maka Energi yang digunakan untuk membuat keberhasilan akan semakin besar manfaatnya.
c. Gunakan Energy anda terhadap apapun yang Anda sukai untuk dilakukan
d. Apa hal-hal yang Anda sukai dalam kehidupan Anda? Jawaban pertanyaan ini akan membantu untuk menemukan sesuatu hal yang dapat membuat Anda sukses.
e. Jika anda menyangkal maka konflik akan terjadi dengan apapun yang Anda inginkan di masa depan
f. Bertindaklah sesuai dengan apa yang Anda pikir dan sukai, karena hal tersebut akan membuat Anda memiliki Power yang kuat sesuai dengan apa yang ingin Anda capai di kehidupan Anda….
Pertanyaan untuk mengevaluasi:
1. Apa yang membuat Anda tidak bertanggung jawab di pekerjaan atau bisnis Anda?
2. Apakah pekerjaan dan bisnis Anda saat ini adalah sesuai dengan yang Anda inginkan?
3. Apakah hasil yang didapat sesuai dengan apa yang Anda inginkan saat ini?
4. Apa yang membuat Anda bertahan di kondisi saat ini?
5. Jika ada hal yang dapat mengubah hasil yang Anda dapat menjadi lebih baik, dan membuat Anda menyukai pekerjaan dan bisnis Anda, apakah Anda akan melakukannya?
2. Perjelas Apa Nilai2 Hidup Anda?
a. Apa yang penting bagi Anda? (tehadap Karir/bisnis, Family, Hubungan, Kesehatan, Pertumbuhan Pribadi, Spiritual)
b. Tuliskan Nilai2 Anda di semua bidang di atas?
c. Buatlah skala mulai dari nilai yang paling penting menurut Anda?
d. Dan lihatlah Nilai2 mana yang Anda butuhkan dan sangat penting untuk Anda perhatikan sesuai dengan apa yang ingin didapatkan di masa depan.
Pertanyaan untuk mengevaluasi :
1. Apakah Anda mudah untuk menemukan Nilai2 Anda?
2. Apakah Nilai2 Anda mendukung Anda menciptakan Masa depan?
3. Apa yang harus Anda lakukan untuk menciptakan nilai2 baru yang sangat membantu Anda mencapai masa depan yang lebih cepat
3. Tulis Apa yang Anda Inginkan:
a. Pastikan apa yang Anda tuju adalah Apa yang Anda inginkan?
b. Jika anda tahu dengan pasti apa yang Anda inginkan, maka jalannya pun akan terlihat
c. SMART Goals…. (Specific, Measureable, Achievable, Realistic, Timed)
d. Buat Goals dalam tahapan 10 tahun, 6, 3, 1 tahun, 6 bulan, 3, 1 bulan (dengan Konsep SMART)
4. Clean Up the Past Memories:
a. Bagi dalam beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membersihkannya yang berhubungan dengan (Anger, Sadness, Fear, Hurt and Guilt)
b. Time, Money, failure, Success, Power
c. What is Source of the problem?
d. Jika memori masa lalu yang menghambat hilang atau berkurang, maka jalan ke depan akan lebih mulus dan lebih mudah.
5. Ciptakan Memory masa Depan yang diinginkan…
a. Bayangkan masa depan yang diinginkan, dan berikan energy anda telah memilikinya
b. Bayangkan setiap hal yang akan dilakukan untuk mencapai mimpi tersebut
c. Dengan sering melakukan dua hal di atas, alam bawah sadar Anda akan secara otomatis menciptakan jalan untuk mendapatkannya
6. Selaraskan Pikiran dengan Tujuan
a. Ubah pikiran negative yang menghambat menjadi pikiran positif yang mendukung
b. Tulis hal yang sudah dimulai tapi tidak ada hubungannya dengan Tujuan Anda
c. Tulis hal yang pernah dilakukan dan berhasil
d. Tulis hal2 yang masih harus segera diselesaikan
e. Apa hal yang harus dimulai tetapi belum dimulai
f. Apa hal yang harus diubah dalam pelaksanaannya
g. Apa hal yang harus diStop untuk tidak dilakukan
7. Partisipasi 100%
Lakukan setiap apapun yang telah Anda rencanakan.
Pastikan Anda memiliki Kuasa untuk membuat masa depan yang Anda inginkan saat ini. Tidak ada orang lain yang dapat membuat Anda sukses, tidak ada orang lain yang menghambat Anda sukses. Anda sendirilah yang menentukan Apakah Kesuksesan dapat dan layak Anda Raih.

Mencapai Masa Depan dengan Segala Keterbatasan

Mohon Anda perhatikan. Keberhasilan tidak bergantung kepada-atau ditentukan oleh lingkungan Anda, tidak juga oleh tingkat pendidikan, bukan oleh ketersediaan modal dan pasti bukan karena nasib yang diramalkan oleh orang lain. Anda adalah alasan bagi keberhasilan Anda sendiri; maka pastikanlah bahwa Anda memusatkan perhatian Anda kepada diri Anda sendiri. Anda tidak akan menjadi baik bagi siapa pun, bila Anda tidak baik bagi diri Anda sendiri.
Semua pribadi yang super mencapai keberhasilan mereka dengan menggunakan strategi keberhasilan yang sama. Mereka tidak menyalahkan lingkungan dan keadaan apapun yang mereka hadapi. Mereka tidak melemahkan diri dengan membandingkan kesulitan-kesulitan mereka dengan kemudahan yang dinikmati orang lain. Mereka meyakini hukum yang menetapkan bahwa kecemerlangan hidup adalah kepastian bagi mereka yang mengupayakan yang terbaik dari apa pun yang sedang mereka hadapi.
Anda harus merencanakan keberhasilan Anda sendiri. Bila Anda belum mampu untuk mengerjakan yang paling Anda sukai, maka pastikanlah bahwa apa pun yang sedang Anda kerjakan – melayani rencana keberhasilan Anda. Kehidupan Anda adalah jumlah total dari keefektifan keputusan-keputusan Anda; baik yang lalu, yang hari ini, dan yang masih akan Anda buat di masa depan.
Hari ini, buatlah keputusan-keputusan yang lebih baik dan yang lebih tegas. Anda dinilai orang lain, bukan hanya karena kemampuan Anda, tetapi – lebih takut – karena pilihan keputusan Anda. Orang lain akan mempercayakan hal-hal yang lebih besar kepada Anda bila Anda tampil lebih-bersungguh-sungguh untuk membuat pilihan-pilihan yang lebih berkualitas bagi kehidupan pribadi dan professional Anda.
sumber : mario teguh.asia

10 Langkah Meraih Masa Depan Cerah

1. Milikilah keyakinan bahwa masa depan anda pasti cerah.
Pertahankanlah keyakinan itu apapun yang terjadi Dengan memiliki keyakinan yang positif anda sudah melangkah maju ke depan.Orang yang yakin berhasil cenderung sukses,orang yang pesimis biasanya GAGAL.
2. Kenalilah potensi diri,kelebihan dan kekurangan anda.
Kalau mengalami kesulitan ,mintalah bantuan teman atau psikolog.Semakin anda mengenal potensi diri semakin mudah bagi anda untuk menentukan tujuan.
3. TETAPKANLAH TUJUAN DENGAN JELAS.
Tanpa tujuan yang jelas, anda akan kehilangan arah setelah anda menetapkan tujuan,anda bisa menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk sampai tujuan.
4. BERGERAKLAH SELANGKAH DEMI SELANGKAH UNTUK MEWUJUDKAN CITA-CITA DENGAN USAHA YANG KERAS.
Kalau anda pelajar,belajarlah sebaik mungkin Kalau anda pengurus organisasi,jadilah pengurus yang bisa diandalkan. Kegiatan apapun yang anda jalankan dengan baik di masa sekarang,akan sangat menunjang sukses di masa depan.
5. HADAPILAH HAMBATAN DENGAN PENUH KEBERANIAN.
Semakin tinggi yang ingin anda raih, semakin tinggi hambatan yang akan dilalui. Hambatan akan tampak menakutkan bila mata kita tidak terarah pada tujuan.
6. BELAJARLAH WAKTU SEBAIK MUNGKIN.
Sukses anda terletak pada puteran waktu.Itu berarti anda hidup dengan jadwal yang ketat.Yang penting anda bisa mendisiplin waktu.
7.GUNAKANLAH KEKUATAN IMAJINASI.
Menurut para ahli,imajinasi bisa menggerakan kekuatan terpendam ( pikiran bawah sadar )
8.KEMBANGKANLAH KEKUATAN ANDA SECARA OPTIMAL.
9.MILIKILAH JARINGAN SOSIAL SELUAS-LUASNYA.
10. BERDOA.
Oleh.KH Abdullah Gymnastiar