Kamis, 11 April 2013

10 MAKANAN TINGKATKAN KECERDASAN OTAK

Bagi Anda yang memiliki tingkat kecerdasan-maaf-minim, tidak perlu berkecil hati. Menurut berita yang saya baca terdapat beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan kecerdasan otak. Tidak disebutkan pula apakah makanan tersebut mempan pada hewan. Berikut adalah daftar 10 makanan yang pastinya dapat meningkatkan kesehatan otak secara keseluruhan dan mendukung untuk meningkatkan kecerdasan otak :
10. Berries / Buah Berry



Blueberry sangat baik dalam meningkatkan keterampilan motorik serta kemampuan belajar agan secara keseluruhan. Kebanyakan berry, termasuk blackberry, blueberry, raspberry, dan lain-lain, penuh dengan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan otak. Anda dapat membantu membalikkan efek penuaan pada otak dengan makan buah ini sekali sehari. Berry, kebanyakan mengandung fisetin dan flavenoid, yang sangat baik untuk meningkatkan daya ingat dan memungkinkan agan untuk mudah mengingat peristiwa masa lalu.

9. Rempah-rempah / Curry



Rempah-rempah sangat beragam dan tidak terbatas pada ketumbar, kunyit, merica, cabai, bubuk paprika, jintan, kayu manis, kapulaga, bunga lawang, kelabet, adas manis, daun salam koja, dan cengkeh. Rempah-rempah ini sangat bermanfaat untuk menjaga otak tetap segar. Sebagai bahan utama bubuk kari, curcumin penuh antioksidan yang membantu melawan penuaan otak dan memelihara fungsi kognitif saat usia bertambah. Antioksidan juga berjuang melawan kerusakan akibat radikal bebas yang dapat terjadi di dalam otak serta tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan penyakit lain dalam tubuh. Kari tidak hanya baik untuk otak, juga dapat melawan diabetes dan penyakit jantung.

8. Biji-bijian / Whole Grains



Adalah beras merah, oatmeal, roti whole grain, gandum, dll. Makanan ini bekerja untuk meningkatkan aliran darah ke otak yang berarti sangat menunjang kualitas dan kuantitas fungsi otak. Biji-bijian ini mengandung banyak vitamin B6, yang penuh dengan tiamin. Tiamin sangat bagus untuk siapa pun yang berusaha untuk meningkatkan daya ingat. Penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa hilangnya memori meningkat secara dramatis pada saat agan mencapai akhir 60's atau awal 70-an, makan biji-bijian sangat baik bagi agan saat usia sudah menua.

7. Oysters / Kerang / Tiram



Jika Anda hobi makanan laut, tentu Anda suka menyantap ini. Penelitian telah menunjukkan bahwa tiram sangat bermanfaat untuk otak Anda. Tiram kaya akan mineral seng serta zat besi, yang sangat membantu Anda untuk menjaga pikiran tetap tajam dan meningkatkan kemampuan Anda untuk mengingat informasi dengan mudah. Seng dan besi telah dikaitkan dengan kemampuan otak untuk tetap fokus dan mengingat informasi. Kurangnya seng dan besi dapat mengakibatkan penyimpangan memori, konsentrasi yang buruk, dan tentu saja penyakit lain di seluruh tubuh.

6. Eggs / Telur



Ketika kita semakin tua, otak kita mulai menyusut karena sesuatu hal yang disebut atrofi otak. Namun, kita bisa melawan proses alamiah ini dengan rutin memakan telur. Hal ini karena telur mengandung banyak vitamin B12 serta lesitin. Vitamin B12 membantu melawan penyusutan otak, yang sering terlihat pada penyakit Alzheimer. Telur, meskipun sangat tidak sehat jika Anda makan terlalu banyak, karena penuh dengan asam lemak esensial. Kuning telur, meskipun sangat tinggi kolesterol, juga tinggi kolin, yang merupakan zat pembangun sel otak. Kolin dapat membantu meningkatkan daya ingat Anda. Namun jangan kebanyakan yah, cukup 1-2 telur sehari.

5. Tea / Teh Hijau



Anda suka minum kopi di pagi hari? cobalah Anda ganti dengan secangkir teh! Baru diseduh saja, teh hijau atau teh hitam sangat bermanfaat bagi otak Anda karena mengandung catechin. Apakah Anda pernah mengalami hari di mana Anda hanya merasa lelah, lelah, dan "terlalu malas" untuk berpikir? Mungkin karena agan kurang catechin dalam otak Anda. Catechin bermanfaat untuk menjaga pikiran agan tetap tajam, segar, dan berfungsi dengan baik. Selain itu juga memungkinkan untuk lebih rileks dan membantu untuk memerangi kelelahan mental. Teh hijau jauh lebih kuat daripada teh hitam, keduanya sangat baik untuk Anda .

4. Nuts and Seeds / Kacang-kacangan



Mencari camilan yang memiliki segala yang baik untuk otak? Adalah camilan dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Seperti kacang, hazelnut, kacang mete, almond, walnut, pecan, biji labu, biji bunga matahari, dan jenis lain kacang atau benih yang bisa Anda pikirkan, baik untuk otak Anda. Kacang-kacangan dan biji-bijian penuh dengan Omega-3 dan Omega-6 fatty acid, serta folat, vitamin E, dan vitamin B6. Semua nutrisi ini memungkinkan agan untuk berpikir lebih jernih. Mereka juga membantu agan berpikir lebih positif, karena Omega-3 dan Omega-6 fatty acid bekerja sebagai antidepresan alami. Beberapa biji-bijian dan kacang-kacangan juga penuh tiamin dan magnesium, yang bagus untuk daya ingat, dan fungsi kognitif otak.

3. Leafy Green Vegetables / Sayuran Hijau



Sayuran berdaun hijau seperti kubis, katuk, bayam, dan lain-lain, sangat baik untuk otak anak-anak dan orang dewasa. Sayuran ini sangat membantu ketika tiba saatnya untuk mengingat informasi lama dan proses seperti baru saja Anda pelajari kemarin. Hal ini karena makanan ini penuh dengan vitamin B6, B12, dan folat, yang merupakan senyawa yang penting diperlukan di dalam otak untuk mendobrak tingkat homocystein, yang dapat mengakibatkan lupa dan bahkan penyakit Alzheimer. Sayuran ini seringkali mengandung zat besi yang tinggi.

2. Fish / Ikan



Ikan secara keseluruhan sangat bermanfaat bagi kesehatan agan, terutama untuk otak Anda. Ikan penuh dengan Omega-3, yang merupakan asam lemak yang sangat bermanfaat bagi tubuh dalam berbagai aspek. Makan satu porsi ikan seminggu dapat sangat mengurangi satu peluang untuk mendapatkan penyakit Alzheimer. Asam lemak ini membantu dengan fungsi otak karena mereka melapisi neuron yang kadang-kadang memiliki lapisan asam lemak kaku karena kandungan yang tinggi dari kolesterol dan lemak jenuh dalam tubuh. Omega-3 akan melapisi neuron dengan lemak baik, yang memungkinkan mereka untuk bergerak dengan mudah di seluruh otak. Omega-3 juga menyediakan lebih banyak oksigen ke otak, serta memungkinkan seseorang untuk menyimpan informasi baru sementara masih mengingat informasi lama. Ikan terbaik untuk makan untuk kesehatan otak adalah ikan salmon, tuna, dan ikan haring.

1. Chocolate / Cokelat



Sementara Anda ganti kopi Anda dengan minum cokelat panas dalam sehari, selain lezat, coklat sangat bergizi untuk otak. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa kandungan antioksidan yang ditemukan hanya dalam dua atau tiga sendok makan bubuk coklat itu lebih kuat dari antioksidan yang ditemukan dalam makanan lain, seperti teh hijau atau anggur merah. Antioksidan utama yang ditemukan di kakao, yang dikenal sebagai flavonol, penting untuk membantu meningkatkan aliran darah ke otak.
Seperti kata pepatah, ”tidak ada gading yang tidak retak”, saya akan sangat berterima kasih apabila Anda bersedia member saran, kritik, masukan, atau apa pun untuk perbaikan postingan blog ini.
Terima kasih.

5 MANFAAT BAIK BANGUN PAGI

Hai, Ladies. Kesibukan dan gaya hidup membuat kita sering bangun lebih siang untuk meredakan keletihan. Namun, budaya tidur tepat waktu dan bangun pagi rupanya banyak manfaat baiknya, lho.

Meskipun kebiasaan ini sudah mulai ditinggalkan sebagian orang, namun ada baiknya budaya bangun pagi terus digiatkan. Hal ini karena kebiasaan tersebut memiliki banyak manfaat baik seperti berikut ini.

1. Perubahan Pola Pikir
Ketika kita membiasakan tidur tepat waktu dan bangun pagi, kita memulai kedisiplinan ala jaman orang tua kita. Orang dahulu lebih tangguh dan sukses karena membiasakan diri bangun pagi untuk mengawali hari. Mereka adalah tipe orang yang akan selalu siap menghadapi tantangan.

2. Lebih religius
Pergantian petang menjadi hari yang cerah akan menjadi hal yang disyukuri oleh semua orang. Orang-orang yang menikmati momen munculnya matahari pagi biasanya akan memiliki spirit yang menyejukkan. Anda bisa berdoa dan melakukan kegiatan religius lainnya di pagi hari.

3. Hidup Lebih Sehat
Orang yang begadang dan bangun siang, memiliki kecenderungan pankreas yang kurang sehat. Tubuh kita memiliki jam di mana mereka memperbaharui diri, oleh karena itu, tidur tepat waktu dan bangun pagi dapat membuat kita lebih sehat dan minim stres.

4. Tipe Pasangan Idaman
Ups, ini yang paling menyenangkan nih. Orang yang senang bangun pagi itu pada umumnya disukai karena dianggap memiliki tanggung jawab dalam menjalani hidupnya. Orang yang bangun pagi terkesan rajin sehingga sering menjadi salah satu nilai plus untuk jadi pasangan idaman.

5. Lebih Punya Banyak Waktu
Dibanding orang yang tidur larut dan bangun siang, mereka yang bangun pagi lebih punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang bermakna. Karena orang pada umumnya tidak selalu beraktivitas di dini hari. Biasanya orang seperti ini punya gaya hidup teratur dan bahagia.

Itulah beberapa manfaat baik bangun pagi. Wanita, jangan ragu untuk memelihara kebiasaan baik ini karena bisa menambah inner beauty Anda. Namun bila sudah tidur dan badan masih lelah, mungkin Anda melakukan beberapa kebiasaan kurang baik ini. Semoga bermanfaat, Ladies.

Baca juga artikel tentang Promo Bonus 100% Sbobet, Ibcbet dan Casino Online dalam rangka HUT BAVETLINE yang kedua dan jangan lupa di like yah dan share ke teman teman.

Rabu, 10 April 2013

MENELUSURI HAKEKAT SEHAT DAN SAKIT

Oleh Thobib Al-Asyhar
(Mahasiswa Program Doktor Psikologi Islam UIN Jakarta)

Sehat dan sakit adalah keadaan biopsikososial yang menyatu dengan kehidupan manusia. Pengenalan manusia terhadap kedua konsep ini kemungkinan bersamaan dengan pengenalannya terhadap kondisi dirinya. Keadaan sehat dan sakit tersebut terus terjadi, dan manusia akan memerankan sebagai orang yang sehat atau sakit.
Konsep sehat dan sakit merupakan bahasa kita sehari-hari, terjadi sepanjang sejarah manusia, dan dikenal di semua kebudayaan. Meskipun demikian untuk menentukan batasan-batasan secara eksak tidaklah mudah. Kesamaan atau kesepakatan pemahaman tentang sehat dan sakit secara universal adalah sangat sulit dicapai.
Pengertian
Sehat (health) adalah konsep yang tidak mudah diartikan sekalipun dapat kita rasakan dan diamati keadaannya. Misalnya, orang tidak memiliki keluhankeluahan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa orang yang “gemuk” adalah otrang yang sehat, dan sebagainya. Jadi faktor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian orang terhadap konsep sehat.
Sebagai satu acuan untuk memahami konsep “sehat”, World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang sangat luas, yaitu “keadaan yang sempurnan baik fisik[2], mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial.
Pengertian sehat yang dikemukan oleh WHO ini merupakan suatau keadaan ideal, dari sisi biologis, psiologis, dan sosial. Kalau demikian adanya, apakah ada seseorang yang berada dalam kondisi sempurna secara biopsikososial? Untuk mendpat orang yang berada dalam kondisi kesehatan yang sempurna itu sulit sekali, namun yang mendekati pada kondisi ideal tersebut ada.[3]
Dalam kaitan dengan konsepsi WHO tersebut, maka dalam perkembangan kepribadian seseorang itu mempunyai 4 dimensi holistik, yaitu agama, organobiologik, psiko-edukatif dan sosial budaya.Keempat dimensi holistik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.Agama/spiritual, yang merupakan fitrah manusia. Ini merupakan fitrah manusia yang menjadi kebutuhan dasar manusia (basic spiritual needs), mengandung nilai-nilai moral, etika dan hukum. Atau dengan kata lain seseorang yang taat pada hukum, berarti ia bermoral dan beretika, seseorang yang bermoral dan beretika berarti ia beragama (no religion without moral, no moral without law).
b.Organo-biologik, mengandung arti fisik (tubuh/jasmani) termasuk susunan syaraf pusat (otak), yang perkembangannya memerlukan makanan yang bergizi, bebas dari penyakit, yang kejadiannya sejak dari pembuahan, bayi dalam kandungan, kemudian lahir sebagai bayi, dan setrusnya melalui tahapan anak (balita), remaja, dewasa dan usia lanjut.
c.Psiko-edukatif, adalah pendidikan yang diberikan oleh orang tua (ayah dan ibu) termasuk pendidikan agama. Orang tua merupakan tokoh imitasi dan identifikasi anak terhadap orang tuanya. Perkembangan kepribadian anak melalui dimensi psiko-edukatif ini berhenti hingga usia 18 tahun.
d.Sosial-budaya, selain dimensi psiko-edukatif di atas kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh kultur budaya dari lingkungan sosial yang bersangkutan dibesarkan.[4]
Sebagai kebalikan dari keadaan sehat adalah sakit. Konsep “sakit” dalam bahasa kita terkait dengan tiga konsep dalam bahasa Inggris, yaitu disease, illness, dan sickness. Ketiga istilah ini mencerminkan bahwa kata “sakit” mengandung tiga pengertian yang berdimensi psikososial. Secara khusus, disease berdimensi biologis, illness berdimensi psikologis, dan sickness berdimensi sosiologis. (Calhoun, dkk, 1994).
Disease penyakit berarti suatu penyimpangan yang simptomnya dikatahui melalui diagnosis. Penyakit berdimensi biologis dan obyektif. Penyakit ini bersifat independen terhadap pertimbangan-pertimbangan psikososial, dia tetap ada tanpa dipengaruhi keyakinan orang atau masyarakat terhadapnya, seperti tumor, influensa, AIDS dan lain-lain.
Illness adalah konsep psikologis yang menunjuk pada perasaan, persepsi, atau pengalaman subyektif seseorang tentang ketidaksehatannya atau keadaan tubuh yang dirasa tidak enak. Sebagai pengalama subyektif, maka illness ini bersifat individual. Seseorang yang memiliki atau terjangkit suatu penyakit belum tentu dipersepsi atau dirasakan sakit oleh seseorang tetapi oleh orang lain hal itu dapat dirasakan sakit.
Sedangkan Sickness merupakan konsep sosiologis yang berakna sebagai penerimaan sosial terhadap seseorang sebagai orang yang sedang mengalami kesakitan (illness atau disease). Dalam keadaan sickness ini orang dibenarkan melepaskan tanggung jawab, peranm atau kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dilakukan saat sehat karena danya ketidaksehatannya.Kesakitan dalam konsep sosiologis ini berkenaan dengan peran khusus yang dilakukan sehubungan dengan perasaan kesakitannya dan sekaligus memiliki tanggung jawab baru, yaitu mencari ksembuahn.
Karena pengertian “sakit” itu dapat berdimensi subyektif-kulturalistik, maka setiap masyarakat memiliki pengertian sendiri tentang sakit sesuai pengalaman dan kebudayaannya. Peran sakit hanya dilakukan dan diakui oleh masyarakatnya jika sesuai dengan pertimbangan nilai, keyakinan dan norma sosialnya.[5]

A. Sudut Pandang Metafisika/Fisik

Dari sudut pandang fisika dan kajian metafisika telah dihipotesiskan bahwa “titik” hubungan antara Khalik dan makhluk adalah bion, berupa timbunan daya (energi) yang menjadi pembawa hayat. Dugaan ini telah diungkapkan oleh dokter Paryana Suryadipura dalam bukunya Manusia dengan Atomnys dalam Keadaan Sehat dan Sakit. Perkataan bion itu berasal dari kata bio-ion yang artinya ion yang hidup, yang dengan perkataan lain disebut bio-elektricitet. Dalam bahasa Sansekerta dinamakan prana, dan dalam bahasa Arab disebut ruh.
Semua fungsi hayati dilaksanakan oleh bion yang dilepaskan oleh badan rohani yang dikenal dengan jismul latifah, yang dalam istilah metafisika disebut tubuh bioplasmatik. Energi ruh itu mengalir ke dalam tubuh kasar melalui pusaran energi yang disebut cakra.Choa Koh Sui, dalam bukunya, The Ancient Science and Art of Pranic Healing, menjelaskan panjang lebar mengenai cakra ini; begitu pula Ric A. Weinman dalam bukunya, Your Hands Can Heal, Learn to Channel healing Energi. Dari kajian mereka, dapat disimpulkan, ada tujuh cakra mayor yang merupakan kompenen utama dari tubuh elektrik manusia, yaitu cakra dasar, cakra seks, cakra solar plexus, cakra jantung, cakra tenggorokan, cakra alis, dan cakra mahkota.
Cakra Dasar
Cara ini merupakan cakra kelangsungan hidup yang terletak di dasar tulang punggung. Cakra ini berfungsi mengatur keberadaan fisik dan naluri kelangsungan hidup, karena itu rasa takut mati muncul di sini. Cakra ini mempengaruhi kelenjar adrenal, ginjal, kandung kemih, dan semua organ yang berkaitan dengan rasa takut. Bila hidup selalu merasa aman dan terjamin maka cakra ini akan bercahaya terang. Akan tetapi, kalau cakra ini redup, maka akan timbul penyakit pada fisik, di antaranya kanker, leukimia, mudah alergi, vitalitasi rendah, lemah syahwat, anemia, dan gangguan psikologis.
Cakra Seks
Cakra ini tidak hanya bertugas membangkitkan gairah keasmaraan tetapi juga semua bentuk hubungan intim dan emosi antarpribadi. Cakra ini sangat berpengaruh pada ketenangan dan kedamaian perasaan yang bertempat di atas tulang kemaluan. Jika seseorang merasa terangsang secara seksual, banyak energi bergerak menuju dan memancar dari cakra ini. Cakra ini juga terlibat dalam sistem reproduksi. Jika terdapat hambatan di sini, cakra ini pada akhirnya akan mempengaruhi organ seksual, klenjar prostat, dan daerah panggul sekitarnya.
Cakra Solar Plexus
Cakra ini merupakan pusat keinginan dan kemauan pribadi, bertempat di daerah perut. Karena itu, stres mental, emosi dan semua permasalahan timbul karena desakan keinginan atau kemauan, seperti frustasi, marah, persaingan, pertahanan diri, cemas bahkan kebencian. Ketegangan yang diakibatkan oleh hal-hal tersebut dapat mempengaruhi lambung, hati, kandung empedu, terutama kelenjar pankreas. Maka kegagalan cakra ini dapat menimbulkan sakit lever, kencing manis, maag, dan macam-macam penyakit yang disebabkan oleh kadar asam urat tinggi.
Cakra Jantung
Cakra ini merupakan tempat cinta spiritual tanpa pamrih. Cinta asmara yang emosional meluap dari cakra kedua yang beresonansi dengan cinta spiritual. Bila cakra keempat ini terbuka, maka energinya akan beresonansi dengan cakra yang yang lebih tinggi, dan bila ada hambatan maka akan meluap rasa asing diri, rasa benci diri akibat trauma emosional yang dalam. Sebaliknya cakra ini mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, dengan cara melepaskan emosional itu. Terhadap badan fisik cakra ini mempengaruhi kelenjar thymus yang terletak dekat cakra ini, yaitu di sekitar jantung. Cakra inilah yang pertama-tama berhubungan dengan aspek spiritual. Kegagalan cakra ini dapat menimbulkan sakit jantung yang berhubungan dengan peredaran darah.
Cakra Tenggorokan
Cakra ini terletak di dasar tenggorokan yang mengendalikan kreatifitas, komunikasi, dan kemampuan waskita. Banyak para medium yang dapat menerima berita kegaiban lalu menginformasikan melalui cakra ini. Cakra ini mempengaruhi kelenjar tiroid dana paratiroid yang memproduksi hormon tiroksin yang penting untuk pertumbuhan, serta melancarkan kerja susunan saraf; juga hormon parathormon yang berfungsi merangsang pengeluaran kalsium dari dalam tulang. Kurang berfungsinya cakra ini, dapat menimbulkan penyakit gondok, suara serak, dan sesak napas (asma), yaitu penyakit yang menghambat kemunikasi/informasi.
Cakra Alis
Cakra yang mengendalikan pewaskitaan dan persepsi psikis ini merupakan pintu penerima getaran dari alam gaib. Karena itu, cakra ini dianggap sebagai “mata batin” atau “mata ketiga”. Ada juga yang memberinya istilah “mata indera keenam”. Terhadap tubuh fisik, cakra ini mempengaruhi kelenjar pituitary dan pineal. Kurang berfungsinya cakra ini, dapat menimbulkan penyakit kanker, alergi, dan sebagian penyakit yang berhubungan dengan kelenjar endokrin.
Cakra Mahkota
Cakra ini terletak di atas puncak kepala. Bila cakra ini penuh energi, pusarannya akan membesar melingkari kepala seperti mahkota. Para ahli metafisikan menganggap cakra ini merupakan yang tertinggi; energinya dapat menangkap getaran intelegenci universal. Dengan cakra inilah para nabi menerima wahyu. Energi cakra ini dapat dipakai untuk penyembuhan telepatik. Kekurangan energi pada cakra ini dapat menyebabkan sakit gangguan jiwa.
Demikianlah fungsi cakra- cakra tersebut yang erat hubungannya dengan jasmani dan ruhani. Dengan analisis ini, dapat terjawab pertanyaan tentang mengapa manusia itu sakit.[6]
Dalam perspektif reiki sufistik, cakra-cakra merupakan pintu gerbang spirtual yang harus dibersihkan dan diselaraskan agar mampu menatik energi ilahi untuk melakukan evolusi spiritual. Setap cakra memiliki potensi-potensi psikospirtual yang jika berkembang maka akan bermanfaat dalam peningkatan kesehatan tubuh fisik, ketenagan (muthmainnah) tubuh psikis, keseimbangan mental (tawazun) dan kesempurnaan spiritual (insan kamil). Praktik reiki sufistik merupakan salah satu praktik spirtual menarik energi ilahi untuk pembersihan dan penylelarasan cakra-cakra sebagai basis bagi peninbgkatan kualitas manusia, baik sebagai khalifah fil ardl yang harus memiliki ketangguhan mengelola alam maupun sebagai ‘abd (hamba) yang harus menyembah-Nya dengan kesungguhan.
Cakra-cakra merupakan pusat aktivitas manusia. Masing-masing cakra memilki kemampuan psikis yang luar biasa. Sebagai pusat aktivitas manusia, cakra akan sangat menentukan pola-pola dan bentuk-bentuk aktivitas manusia. Cakra yang bersih akan mendorong keyakinan yang lurus (al-aqidah al-hanafiyah), Syariah yang benar (as-Syariah al-Shahihah) dan moralitas luhur (al-akhlaqul karimah). Begitu juga sebaliknya, cakra yang kotor akan menyebabkan manusia berperangai buruk (al-akhlaqul madzmumah). Cakra yang bersih akan senantiasa berhubungan dengan cahaya, sebaliknya kegelapan akan menjadi karakter manusia yang cakra-cakranya kotor, sehingga terjatuh dalam kehidupan binatang ternak (nafsu syahwatiyyah), binatang buas (nafsu ammarah) atau bahkan kehidupan setan (nafsu syaithaniyyah).
Di dalam reiki sufistik, istilah cakra biasa disebut dengan lathifah (sesuatu yang lembut), karena memang cakra bersifat halus (bukan organ tubuh fisik). Lathifah (organ-organ lembut) sifatnya halus dan tidak empiris.[7]
Di dalam tubuh manusia terdapat cakra mayor, cakra minir dan cakra mini yang secara keseluruhan terdapat 365 cakra. Ada juga yang menyebutkan jumlah cakra secera keseluruhan termasuk cakra-cakra yang mini sebanyak 88.000. Tetapi cakra-cakra yang efektif mengendalikan dan memberi energi kepada organ vital dan organ mayor tubuh manusia hanya 7 (tujuh) cakra seperti yang telah disebut diatas, yang sering disebut sebagai cakra mayor.[8]
Sedangkan, sehat dan sakit dilihat dari sudut pandang fisika dikatakan bahwa di Matahari, setiap terjadi letupan yang berakibat bertambahnya tekanan elektronis di alam. Bila tekanan itu mengenai bumi, akan timbul kegoncangan elektrostatika, sehingga lapangan magnetik teganggu, telegram diterima dengan tidak jelas, penrimaan radio terganggu, udara bergesek menjadi petir, udara naik dan dingin lalu jadi hujan, badai bertiup maka laut bergelombang , dab banyak lagi akibat lain yang tidak disebutkan. Ini semua disebabkan oleh tekanan elektron. Badai elektron yang melanggar dunia sebagai akibat letupan di matahari dinamakan catalysmen. Badai elektron itu disebut cylon. Tekanan elektron ini tidak hayan mempengaruhi alam, benda, tetapi juga jiwa menusia, karena di dalam diri manusia juga ada elektron. Hal itu dapat mengakibatkan zat colloid –yang merupakan lendir itu—menjadi beku, sehingga kuman penyakit akan berkembang biak di atasnya.
Memang setiap orang membawa berjuta bakteri dan virus berbagai jenis dinatas kulitnya, namun tidak semua jadi sakit karenanya. Sebab, datangnya penyakit itu sering terjadi akibat ketidakseimbangan antara elektron dari luar diri. Seperti, atmosfer yang lembab akan menjadi pengantar listrik yang dapat mengambil banyak elektron dari permukaan kulit, yang akan menimbulkan kegoncangan pada keseimbangan daya listrik pada kulit/organ tubuh, terutama otot. Akibatnya, timbul penyakit reumatik. Melalui kaki basah, seseorang dapat kehilangan elektron sehingga menimbulkan penyakit, misalnya penyakit nephritis dan cytitis.Bagaimana mengupayakan agar energi yang mengalir di dalam saraf yang halus itu berjalan dengan ukuran tekanan yang normal? Bagaimana jalan yang telah ditemukan tinggal memilih mana yang lebih tepat untuk diri kita maisng-masing.[9]
B. Sudut Pandang Biologi
Kita sudah mengetahui bahkan akal pikiran dan emosi menusia selalu berubah-ubah dari hari ke hari, dari jam ke jam, malah dari menit ke menit. Hari ini seseorang merasa berduka yang dalam, tapi esoknya ia sudah senang, gembira, tapi satu jam berikutnya ia sudah optimis malah ada yang patah semangat. Apa penyebab semua perubahan ini?
Tidak lain karena terjadi perubahan hormon yang merupakan unsur dasar dalam harmonisasi kesadaran dan perasaan hati manusia. Penyakit gila[10] –sering dianggap akibat kelainan jiwa atau gangguan saraf—disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Kadangb kekurangan atau kelebihan hormon, misalnya kekuarangan adrenalin dan kelebihan noradrenalin, kekuarang hormon yang diproduksi kelenjar seks, mungkin pula kelenjar hypopise atau epifise yang gagal, bisa terjadi perubahan tingkah laku atau kelainan fisik. Ada jenis hormon lain yang dikeluarkan oleh adrenal –disebut kortizon— yang berfungsi mempersiapkan tubuh untuk melawan kelesuan. Kalau hormon ini tidak diproduksi, seseorang akan merasa tererangkap dalam kelesuan yang berkepanjangan dan tidak dapat diatasinya. Kalau diusut, mengapa kelenjar ini bisa gagal? Tidak lain karena kelenjar ini terlalu letih bekerja. Misalnya, jika tubuh kita mendapat tekanan dalam jangka waktu yang lama, maka kelenjar adrenal mendapat tugas yang berat memproduksi kebutuhan tubuh yang mendesak ini; lama kelamaan ia menjadi cape dan gagal. Apabila kelenjar ini gagal melaksanakan tugasnya, hidup menusia akan terancam bahaya, yang berarti malapetaka akan mengintai.
Kalau kita usut lagi, siapa pula ang megontrol pekerjaan kelenjar ini? Yang mengntrol ini adalah sifat keturunan yang terdapat di dalam gen yang ada dalam sel. Sel sebagai satuan hidup dasar makhluk hidup terdiri atas sitoplasma yang di tengah-tengahnya terdapat sel initi. Inti sel ini mengandung suatu jaringan dan pada jaringan inilah terdapat “gen” (pembawa sifat keturunan). Gen-gen terdapat dalam persenyawaan kimia yang stabil: disiniulah tersimpannya “rahasia kehidupan yang penuh misteri”. Persenyawaan kimia gen ini merupakan disket yang didalamnya telah terpogram sifat bawaan manusia, apakah ia pengecut, pemberani, berhati mulia, berandalan, kuat atau lemah. Persenyawaan kimia ini dinamai Deoxrybo Nucleat Acid (DNA).
Sifat berani ditimbulkan oleh kadar hormon noradrenalin yang tinggi dengan sedikit adrenalin; sifat penakut adalah kebalikannya. Tinggi rendahnya kadar hormon ini bergantung pada perintah yang dikeluarkan oleh sifat keturuan dan jenis DNA yang terdapat dalam inti sel. Molekul-molekul DNA ini tersusun dari gula, asam fosfor, dan empat macam jenis basa: adenin, sitosin, guanin dan tiamin. Kempatnyua tersususn dalam dua buah pita berbentuk spiral. Pita-pita itu sendiri terbuat dari gula dan fosfor lalu basa tadi terlekat di sana. Jadi, bagian terkecil dalam tubuh kita adalah molekul DNA yang menghasilkan eplika dirinya. DNA memulai prosesnya dengan membuka resleting tubuhnya.
Semua jaringan hidup tersebut terbuat dari asam amino yang membentuk protein. Protein merupakan kombinasi dari kira-kira dua puluh asam amino; perbedaan-perbedaan jenis protein itu hanyalah perupakan perbedaan kombinasi yang diuntai dalam susunan tertentu. DNA-lah yang menentukan susunan itu.
Jadi, cakra-caka tertentu merupakan distributor-distributor tubuh rohani yang bertugas mendistribusikan energi untuk kelenjar tertentu di tubuh fisik. Kelenjar bekerja untuk memproduksi hormon di bawah kontrol gen. Di dalam gen terdapat persenyawaan kimia yang stabil yang dinamai DNA. Jadi hidup kita secara keseluruhan adalah hasil dari proses kimia belaka.[11]
Para Penguasa di Kerajaan Tubuh
Kalau dalam tubuh manusia terjadi keadaan yang tidak normal –-seperti cebol—pertumbuhan melebihi normal, atau seorang perempuan tiba-tiba menjadi gemuk, cepat menjadi tua, gerak-geriknya yang nervous, dagu seorang perempuan ditumbuhi jenggot atau tanda kelaki-lakian, itu menunjukkan adanya ketidaknormalan proses kimia tubuh atau produksi hormon tertentu yang tidak normal karena kegagalan kelenjar.
Akhir-akhir ini, para ahli telah berhasil menemukan berjenis-jenis kelenjar hormon yang terdapat dalam tubuh manusia. Kelenjar-kelenjar hormon ini memproduksi hormon yaitu zat khusus yang merupakan persenyawaan kimia hasil produksi kelenjar tubuh yang berfungsi mengatur berbagai proses kimia jaringan organ tubuh. Di antara sekian banyak kelenjar di dalam tubuh manusia, ada tujuh yang utama, yaitu sebagai berikut:

1.Kelenjar pituitary, disebut juga kelenjar hipofise atau kelenjar lendir. Fungsi kelenjar ini adalah: mengatur kegiatan kelenjar tiroid; mengatur sekresi dari kelenjar adrenal; mengatur sekresi kelenjar pembiakan; mengatur pertumbuhan tubuh pada umumnya; mengatur jumlah air yang dibunagn ginjal; merangsang produksi susu ibu, dan merangsang kontraksi rahim pada waktu melahirkan.
2.Kelenjar tiroid, berfungsi sebagai berikut: Mengatur kecepatan dalam mengubah makanan jadi panas dan tenaga di dalam sel; Membantu pertumbuhan agar normal dan melancarkan kerja susunan saraf. Kelenjar ini terletak di bagian leher;
3.Kelenjar paratiroid, yang berfungsi merangsang pengeluaran kalsium dari dalam tulang dan mengatur kadar kalsium di dalam darah. Kelenjar ini juga terletak di bagian leher;
4.Kelenjar adrenal, berfungsi: memperkuat hasil tanggapan susunan saraf terhadap perangsangan takut , marah atau gembira; Melawan rasa tertekan dan kegoncangan jiwa; Mengatu kesimbangan garam dan air dalam darah. Kelenjar ini terdapat di atas anak ginjal yang peranannya sebagai komandan pada komando strategi di dalam kerajaan tubuh. Karena itu, hubungannya sangat erat dengan panglima tertinggi kelenjar pituitary.
5.Kelenjar pankreas, berfungsi: mengatur penggunaan glukosa dalam tubuh; menghasilkan enzim-enzim pencernaan. Kelenjar ini terdapat pada bagian kanan belakang lambung.
6.Kelenjar limfoid (getah bening), berfungsi dalam: Menghasilkan antibodi (protein pembunuh) yang menolong mengatasi kuman, jamur, dan parasit lain agar tidak menimbulkan infeksi; Mempercepat proses penyembuhan.Kelenjar ini tersebar di berbagai bagian tubuh yang merupakan angkatan bersenjata yang senantiasa siap siaga dalam mempertahankan kondisi tubuh agar tetap prima.
7.Kelenjar kelamin (seks), berfungsi dalam: Mengatur perkembangan masa akil baligh; Menghentikan perkembangan tulang yang memanjang; Mempersiapkan rahim untuk kehamilan; Membentuk sel-sel kelamin.

Semua kelenjar tersebut di atas dapat bertugas menjalankan fungsinya masing-masing dengan cara mengeluarkan hormon-hormon. Misalnya ketika anda dalam keadaan takut, yang menstabilkan perasaan takut oranda itu adalah kelenjar andrenal. Kelenjar ini mengeluarkan hormon andrenalin sehingga anda dapat berlari kencang untuk menghindari kejaran anjing.
Sehingga, dalam pandangan biologi, sehat atau sakitnya manusia disebabkan oleh harmonis atau tidaknya hormon-hormon yang dipengaruhi oleh fungsi kelenjar-kelenjar. Oleh karena itu, untuk mengantisipasinya, hendaklah menjaga kesehatan sebelum sakit, memelihara hidup sebelum kematian datang.[12]

C. Sudut Pandang Psikologi

Sejak lama para ahli psikologi menduga bahwa di dalam jiwa manusia itu terdapat perasaan, kemauan, dan akal pikiran. Heymans mengistilahkan dengan emosionalitas, aktifitas dan fungsi skunder. Emosionalitas bersumber dari hati, sedangkan aktifitas bersumber dari hawa nafsu. Keduanya merupakan inti jiwa. Adapun akal merupakan kulit jiwa; karena itu, ia disebut fungsi skunder. Muatan kekuatan ketiga macam potensi kejiwaan ini tidak sama.
Karena itulah, menurut Heymans, ada delapan sifat dasar manusia: Tipe amorf, adalah orang yang kurang daya pikirannya, picik, pembeo, dan kaku dalam pergaulan. Tipe sanguinis, adalah orang yang bersikap kekanak-kanakan namun cekatan dan berani (karena kemauannya positif). Tipe flegmatis, adalah orang yang bersikap tenang, dapat menguasai emosi, bijaksana serta optimis (karena kemauan dan akalnya posisitf). Tipe apatis, adalah tipe manusia robot, sukar bergaul dan suka menyendiri tetapi pikirannya tajam (hanya akalnya yang aktif). Tipe nerves, adalah orang yang sangat dipengaruhi emosi, jiwanya sukar diduga, berpikir dangkal dan tidak sabar (hanya emosi yang berkuasa). Tipe koleris, adalah orang yang punya aktivitas tinggi, lincah, sangat perasa tetapi agak tumpul pikirannya (perasaan dan kemauan positif). Tipe gepassioner, adalah orang yang stabil antara emosi, kemauan, dan akalnya, berwatak garang, pemberani, perasa, pengkritik, tidak sabaran, suka curiga tetapi tekun dan ulet dalam bekerja. Tipe sintimental, adalah orang yang perayu, rapuh, mudah tersinggung, pencinta alam dan seni tetapi kurang ulet (karena kemauannya kurang kuat).
Dari kedelapan tipe ini, kita dapat melihat tipe 5, nerves adalah orang yang sangat dipengaruhi oleh emosi yang jiwanya sukar diduga, berpikiran dangkal. Orang seperti inilah yang mudah terkena goncangan jiwa. Mereka selalu mendengarkan suara hati tanpa pertimbangan akal sehingga kesadarannya dapat dikalahkan oleh kekuatan bawah sadarnya.[13]Dalam kehidupan modern ini sering muncul tingkah laku yang tidak wajar, seperti tindakan kriminal, manipulasi, korupsi, kejahatan seksual dan perbuatan penyimpangan sosial lainnya diakibatkan oleh persaingan hidup yang sedemikian ketat. Hal ini menimbulkan banyak kegelisahan, keresahan, ketakutan, dan ketegangan batin pada manusia. Akibatnya, tidak sedikit orang yang menderita ketegangan syaraf dan mengalami stres[14], yang meledak menjadi simpton penyakit mental. Jadi ketegangan serta ketakutan yang dialami manusia menjadi persemaian yang subur sekali bagi timbulnya bermacam-macam penyakit mental.
Apabila jiwa terguncang, pikiran menjadi tidak setabil, akibatnya mempengaruhi fisik manusia dan dapat menimbulkan penyakit yang disebut psikosomatik. Penderita psikosomatik bukan hanya membutuhkan terapi medis atau terapi fisik semata, tetapi juga membutuhkan terapi sufistik dengan salah satu metodenya, yaitu tobat.Uraian ini bertolak dari pemikiran bahwa sumber penyakit psikosomatik dapat disebabkan oleh konflik-konflik psikis atau dapat juga disebabkan oleh gangguan yang sifatnya organis.
Untuk memahami penyebabnya itu, kita harus melihat semua aspek yang mempengaruhi timbulnya gangguan psikosomatik. Diantaranya adalah aspek bio-psikososio dan spiritual. Apabila penyebabnya berasal dari aspek spiritual, seperti perasaan dosa, cara untuk menghilangkan keresahan jiwa tersebut adalah dengan bertobat, sebab tobat dapat membersihkan dan menjadikan terapi bagi jiwa yang sakit.[15] Karena memang kesehatan jasmani sangat bisa dipengaruhi oleh kesehatan mental. Untuk mengetahui lebih jauh terhadap hubungan antara kesehatan jasmani dengan mental, kita harus terlebih dahulu mengerti apa itu kesehatan mental. Kesehatan mental (mental hygiene) adalah ilmu yang meliputi sistem tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi kesehatan ruhani. Orang yang sehat mentalnya ialah orang yang dalam ruhani atau dalam hatinya selalu merasa tenang, aman, dan tenteram.
Menurut H. C. Witherington, permasalahan kesehatan mental menyengkut pengetahuan serta prinsip-prinsip yang terdapat dalam lapangan psikologi, kedokteran, psikitari, biologi, sosiologi dan agama.[16] Dalam ilmu kedokteran dikenal istilah psikosomatik (kejiwabanan). Dimaksudkan dengan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara jiwa dan badan. Jika jiwa berada dalam kondisi yang kurang normal seperti susah, cemas, gelisah, dan sebagainya, maka badan turut menderita.[17] Dalam sebuah ungkapan hadits Nabi dinyatakan, bahwa kesehatan mental yang dukung oleh kualitas kesehatan tubuh kita akan meningkatkan kesalehan ritual dan sosial: Akal (mental) yang sehat itu tergantung dari tubuh yang sehat (Al-Hadits) Beberapa temuan di bidang kedokteran dijumpai sejumlah kasus yang membuktikan adanya hubungan tersebut, jiwa (psyche) dan badan (soma). Orang yang merasa takut, langsung kehilangan nafsu makan, atau buang-buang air. Atau dalam keadaan kesal dan jengkel, perut seseorang terasa menjadi kembung. Dan istilah “makan hati berulam jantung” merupakan cerminan tentang adanya hubungan antara jiwa dan badan sebagai hubungan timbal balik, jiwa sehat badan segar dan badan sehat jiwa normal.[18]

D. Sudut Pandang Tasawuf

Sehat dan sakit dalam pandangan tasawuf memiliki titik singgung dengan pandangan menurut psikologi karena terkait dengan kejiwaan (mental). Namun dalam pandangan tasawuf, kejiwaan manusia memiliki cakupan yang lebih luas. Dalam pandangan tasawuf, jiwa manusia mencakup unsur-unsur roh, akal, nafs, dan qalb. Dalam pandangan tasawuf, roh itu bagaikan lampu, sedangkan kehidupan laksana cahaya. Gerakan roh dan penyebarannya ke seluruh tubuh bagaikan gerakan lampu di dalam rumah. Inilah yang dimaksudkan dengan “roh” oleh para dokter. Akan tetapi, para dokter yang ingin membimbing roh menuju wilayah suci tidak menerima makna ini. Arti kedua dari makna roh adalah latifatul mudrikah atau sebuah organ pengetahuan. Inilah yang disebut Alquran dalam QS: Al-Isra/17: 85) yang artinya: “katakanlah bahwa roh itu urusan Tuhan”.
Karena terkait dengan aspek kejiwaan (roh, akal, nafs dan qalb), sehat dan sakit dalam pandangan tasawuf kita bisa kaitkan antara kesehatan jiwa[19] dengan aspek agama. Dr. Muhammad Mahmud Abdul Qadir telah membahas hubungan antara agama dan kesehatan mental melalui pendekatan teori biokimia. Menurutnya, di dalam tubuh manusia terdapat sembilan jenis kelenjar hormon yang memproduksi persenyawaan-persenyawaan kimia yang mempunyai pengaruh biokimia tertentu, disalurkan lewat pembuluh darah dan selanjutnya memberi pengaruh kepada eksistensi dan berbagai kegiatan tubuh. Persenyawa-persenyawaan itu disebut hormon.
Lebih jauh Muhammad Mahmud Abdul Qadir berkesimpulan bahwa segala bentuk gejala emosi seperti bahagian, rasa dendam, rasa marah, takut, berani, pengecut yang ada dalam diri manusia adalah akibat dari pengaruh persenyawaan-persenyawaan kimia hormon, di samping persenyawaan lainnya. Tetapi dalam kenyataannya, kehidupan akal dan emosi manusia senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, selalu terjadi perubahan-perubahan kecil produksi hormon-hormon yang merupakan unsur dasar dari keharmonisan kesadaran dan rasa hati manusia, tepatnya perasaannya.
Tetapi, jika terjadi perubahan yang terlampau lama, seperti panik, takut, dan sedih yang berlangsung lama, akan timbul perubahan-perubahan kimia lain yang akan mengakibatkan penyakit syaraf yang bersifat kejiwaan. Hubungan penderita dengan dunia luar terputus, akalnya tertutupi oleh waham dan khayal yang membawanya jauh dari kenyataan hidup normal. Penderitaan selalu hidup dalam keadaan cemas dan murung, kebahagiaan hilang, penuh keraguan, takut, rasa berdosa, dengki, dan rasa bersalah.Timbulnya penyakit emosi seperti itu akibat dari kegoncangan dan hilangnya keseimbangan kimia tubuh seseorang.
Jika seseorang berada dalam keadaan normal, seimbang hormon dan kimiawinya, maka ia akan selalu berada dalam keadaan aman. Perubahan yang terjadi dalam kejiawaan itu disebut oleh Abdul Qadir sebagai spektrum hidup. Dan pergeseran arah ke kiri atau ke kanan dari pusat bila terjadi perubahan dalam proses pemikiran, akan terjadi perubahan kimia dan biologi tubuh. Dan besar kecilnya perubahan itu tergantung dari kemampuan manusia untuk menanggapi pengaruh itu. Kalau terjadi keseimbangan, maka akan kembali menjadi normal. Adapun terjhadinya pergeseran dari kondisi normal ke daerah yang berbahaya itu, menurut Abdul Qadir sangat tergantung dari derajat keimanan yang tersimpan di dalam diri manusia, disamping faktor susunan tubuh serta dalam atau dangkalnya rasa dan kesadaran manusia itu. (Muhammad Mahmud Abdul al-Qadir, 1979).
Penemuan Muhammad Mahmud Abdul Qadir, seorang ulama dan ahli biokimia ini, setidak-tidaknya memberi bukti akan adanya hubungan antara keyakinan agama dengan kesehatan jiwa.
Barangkali hubungan antara kejiwaan dan agama dalam kaitannya dengan hubungan antara agama sebagai keyakinan dan kesehatan jiwa terletak pada sikap penyerahan diri seseorang terhadap suatau kekuasaan Yang Maha Tinggi. Sikap pasrah yang serupa itu diduga akan memberi sikap optimistis pada diri seseorang sehingga muncul perasaan positif seperti bahagian, rasa senang, puas, sukses, merasa dicintai atau rasa aman. Sikap emosi yang demikian merupakan bagian dari kebutuhan asasi manusia sebagai makhluk yang ber-Tuhan. Maka, dalam kondisi yang serupa itu, manusia berada dalam keadaan tenang dan nromal, yang oleh Abdul Qadir disebutnya berada dalam keseimbangan persenyawaan kimia dan hormon tubuh. Dengan kata lain, kondisi yang demikian menjadi manusia pada kondisi kodratinya, sesuai dengan fitrah kejadiannya, sehat jasmani dan ruhani.
Agaknya cukup logis kalau setiap ajaran agama mewajibkan penganutnya untuk melaksanakan ajarannya secara rutin. Bentuk dan pelaksanaan ibadah agama, paling tidak akan ikut berpengaruh dalam menanamkan rasa sukses sebagai pengabdi Tuhan yang setia. Tindak ibadah setidak-tidaknya akan memberi rasa bahwa hidup menjadi lebih bermakna. Dan manusia sebagai makhluk yang memiliki kesatuan jasmani dan ruhani secara tak terpisahkan memerlukan perlakukan yang dapat memuaskan keduanya.[20]
Dari aspek pembinaan manusia agar memiliki mental yang utuh disinilah peran agama menemui urgensinya atas sehat tidaknya mental seseorang. Karena agama adalah sumber dari segala sumber nilai dan norma yang memberi petunjuk, mengilhami dan mengikat masyarakat yang bermoral. Salah satu cara untuk menemukan fungsi agama adalah jalan tasawuf yang memiliki tujuan agar bagaimana manusia dapat mengerti makna hidup, mengerti akan posisi diri sebagai hamba dan dekat dengan Tuhannya yang Maha Kuasa. Sehingga penyeimbangan antara kebutuhan jasmani yang kasar dan kebutuhan ruhani (kejiwaan) yang sangat halus dapat dipenuhi dengan baik. Dengan jalan spirit tasawuf, suasana kejiwaan manusia dapat dikendalikan dengan baik setelah melalui proses-proses riyadhah (olah spirit), sehingga dapat terhindar dari sakit kejiwaan yang berakibat langsung terhadap sakitnya jasmani. Dan yang perlu diingat adalah bahwa spiritualitas (kedalaman ruhaniah) manusia sangat berhubungan dengan hati (qalb) karena hati merupakan inti dari segala aktifitas jiwa. Jika hati seseorang sakit, menjadi sakitlah aktivitas kerohaniahannya. Dan hati adalah obyek dari ajaran tasawuf.
Hati yang sakit berati mentalnya pun sakit. Mental yang sakit ini akan mempengaruhi seluruh aktifitas manusia. Oleh karena itu, banyak ahli mencoba merumuskan pendekatan-pendekatan dalam upaya menemukan pengobatan mental manusia yang sedang terkena penyakit. Disinilah kemudian berkembang psikoterapi.
Jadi, dalam pandangan tasawuf, sehat dan sakit merupakan gambaran kejiwaan seseorang. Jiwa yang sakit akan menampakkan gejala fisiknya yang lesu, lemah, tanpa semangat yang dapat diatasi dengan pendekatan tasawuf. Sebaliknya, jiwa yang sehat akan terlihat kondisi fisiknya yang energik, bertenaga dan bebas dari penyakit

DAFTAR PUSTAKA
Al-Ahmad, Abdul Aziz bin Abdullah, Kesehatan Jiwa: Kajian Korelatif pemikinan Ivbnu Qayyin dan Psikologi Modern, (Pustaka Azzam: Jakarta), Januari, 2006
El-Quussiy, Abdul Aziz, Prof. Dr., Pokok-pokok Kesehatan Jiwa/Mental, (Bulan Bintang: Jakarta), 1974
Dadang Hawari, Prof. Dr., Psikiater, Al-Quran: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, (PT Dana Bhakti Prima Yasa, Yogyakarta), Juni, 2004
Darmawan, Rahmat, Kundalini Dharnayoga (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama), 2004
H. Jalaluddin, Prof., Dr., Psikologi Agama: Memahami Perilaku Keagamaan dengan Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi, (PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta), Edisi Revisi, Cetakan ke-9, 2005
Judith Swarth, MS, RD, Stres dan Nutrisi (Bumi Aksara: Jakarta), Juli, 2004, Cetakan ke-3.
Moelyono dan Latipun, Kesehatan Mental, Konsep dan Penerapan, (UMM: Malang), 2001
M. Sholihin, Dr., M. Ag. Terapi Sufistik, Penyembuhan Penyakit Kejiwaan Prespektif Tasawuf, (Pustaka Setia: Bandung), Nop., 2004
Nakamura, Kojiro, Metode Zikir dan Doa Al-Ghazali, Edisi Terj., Uzair Fauzan (Bandung: Mizan), 2004
Salaby, Mas Rahim, Mengatasi Kegoncangan Jiwa Perspektif Al-Quran dan Sains, (Rosda Karya: Bandung), Mei, 2001
________________________________________
[2] Kesempurnaan fisik merupakan gambaran kesehatan jasmani yang diartikan sebagai keserasian yang sempurna antara bermacam-macam fungsi jasmani, disertai dengan kemampuan untuk menghadapi kesukaran-kesukaran yang biasa, yang terdapat dalam lingkungan , disamping secara positif merasa gesit, kuat dan bersemangat. Lihat Prof. Dr. Abdul Aziz el-Qussiy, Pokok-pokok Kesehatan Jiwa/Mental, (Bulan Bintang: Jakarta), 1974, hal. 12
[3] Moelyono dan Latipun, Kesehatan Mental, Konsep dan Penerapan, (UMM: Malang), 2001, hal. 3-4.
[4] Prof. Dr. Dadang Hawari, Psikiater, Al-Quran: Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, (PT Dana Bhakti Prima Yasa, Yogyakarta), Juni, 2004, hal. 33-34
[5] Op. Cit, hal 5
[6] Mas Rahim Salaby, Mengatasi Kegoncangan Jiwa Perspektif Al-Quran dan Sains, (Rosda Karya: Bandung), Mei, 2001, hal. 3-8
[7] Kojiro Nakamura, Metode Zikir dan Doa Al-Ghazali, Edisi Terj., Uzair Fauzan (Bandung: Mizan), 2004, hal, 63
[8] Uraian lebih lengkap baca juga Rahmat Darmawan, Kundalini Dharnayoga (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama), 2004, hal. 17
[9] Ibid, hal. 9
[10]A. Scott (1961) melakukan penelitian secara mendalam tentang berbagai pengertian ganguan mental. Dia mengelompokkan terdapat enam macam kriteria untuk menentukan seseorang mengalami gangguan mental, yaitu: (a) orang yang memperoleh pengobatan psikiatris, (b) salah penyesuaian (maladjusment) sosial, (c) hasil diagnosis psikiatris, (d) ketidakbahagiaan subyektif, (e) adanya simpton-simpton psikologis secara objektif dan (f) kegagalan adaptasi secara positif. Lihat dalam Moelyono dan Latipun, Kesehatan Mental, Konsep dan Penerapan, (UMM: Malang), 2001, hal. 43.
[11] Op. Cit, hal. 9-12
[12] Ibid, hal. 16
[13] Mas Rahim Salaby, hal 17-19
[14] Stres adalah suatu kekuatan yang memaksa seseorang untuk berubah, bertumbuh, berjuang, beradaptasi atau mendapatkan keuntungan. Semua kejadian dalam kehidupan, bahkan yang bersifat positif juga menyebabkan stres. Tidak semua stres bersifat merusak karena rangsangan, tantangan dan perubahan akan memberikan keuntungan bagi kehidupan seseorang. Meskipun demikian, sebagian besar mendertita stres yang berlebihan dan kemampuan mengatasinya terbatas. Lihat dalam Judith Swarth, MS, RD, Stres dan Nutrisi (Bumi Aksara: Jakarta), Juli, 2004, Cetakan ke-3, hal. 1-2
[15] Dr. M. Sholihin, M. Ag. Terapi Sufistik, Penyembuhan Penyakit Kejiwaan Prespektif Tasauf, (Pustaka Setia: Bandung), Nop., 2004, hal. 123
[16] H. Jalaluddin, Prof., Dr., Psikologi Agama: Memahami Perilaku Keagamaan dengan Mengaplikasikan Prinsip-prinsip Psikologi, (PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta), Edisi Revisi, Cetakan ke-9, 2005, hal. 156.
[17] Ibid
[18] Ibid, hal 157
[19] Ibnu Qayyim al-Jauziyah menekankan pentingnya kesehatan jiwa yang disistilahkan dengan “kebahagiaan jiwa” atau pola hidup yang baik dan sehat kaitannya dengan manusia. Menurutnya, istilah hidup yang sehat atau kebahagiaan jiwa sebagai ungkapan kesehatan jiwa. Baginya, wahyu adalah sumber kehidupan roh, sedangkan roh merupakan sumber kehidupan jasmani. Karenanya, barang siapa yang kehilangan roh, maka ia akan kehilangan kehidupan yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Lihat Abdul Aziz bin Abdullah al-Ahmad, Kesehatan Jiwa: Kajian Korelatif pemikinan Ibnu Qayyim dan Psikologi Modern, (Pustaka Azzam: Jakarta), Januari, 2006, hal. 72
[20] Ibid.

PEMBENTUKAN KARAKTER MANUSIA MENURUT PARA AHLI

Thobib Al-Asyhar
(Alumni PSTTI UI, saat ini Mahasiswa Program Doktor Psikologi Islam UIN Jakarta)

Dalam buku The Psychology of Moral Development (1927), Lawrence Kohlberg menyimpulkan terhadap hasil penelitian empiriknya terhadap perkembangan moralitas anak-anak dari berbagai latar belakang agama, yaitu Yahudi, Kristen, Hindu, Budha, dan Islam, bahwa agama dan institusi agama tidak memiliki pengaruh terhadap perkembangan moral seseorang. Teori yang dihasilkan dari penelitian Kohlberg dikenal dengan teori kognitif-developmental, yaitu 3 (tiga) tingkatan dan 6 (enam) tahapan perkembangan moral yang menegaskan bahwa pada intinya moralitas mewakilil seperangkat pertimbangan dan putusan rasional yang berlaku untuk setiap kebudayaan, yaitu prinsip kesejahteraan dan prinsip keadilan. Menurutnya, prinsip keadilan merupakan komponen pokok dalam proses perkembangan moral yang kemudian diterapkan dalam proses pendidikan moral.

Pendekatan Kohlberg yang sangat empirik tersebut tidak mempertimbangkan potensi suci (homo devinans and homo religious) yang dimiliki oleh setiap manusia yang sangat berpengaruh dalam proses perkembangan moral dan pembentukan perilaku. Kohlberg lebih menitikberatkan pada adanya interaksi sosial dan perkembangan kognitif seseorang. Ini dapat dimaklumi sebagai tradisi ilmiah Barat yang hanya menumpukan pada konsep empirisme, apa yang terlihat oleh analisis penelitian. Sementara potensi fitrah merupakan konsep keagamaan yang dianggap tidak empirik karena di dalamnya memuat keyakinan tentang struktur jiwa manusia, seperti ruh, akal, qalb dan nafs.

Sementara jauh sebelumnya, Sigmund Freud memiliki pendapat tentang potensi pada diri manusia yang sangat berpengaruh terhadap karakternya, yaitu: id, ego, dan superego (es, ich, ueberich). Menurutnya, perilaku manusia itu ditentukan oleh kekuatan irrasional yang tidak disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psiko-seksual tertentu pada enam tahun pertama dalam kehidupannya. Berdasarkan teorinya tersebut, Freud menyimpulkan bahwa moralitas merupakan sebuah proses penyesuaian antara id, ego, dan superego. Titik lemah terbesar Freud dan para penganutnya bukan pada kesalahan teorinya, tetapi adalah over generalisasi dari teori tersebut, sehingga dalam kacamata Freud, manusia dapat dikatakan tidak berbeda dengan binatang, bahkan lebih menderita karena tidak sebebas binatang dalam melampiaskan nafsunya.

Di sisi lain, ada tokoh psikologi Barat, William James, berpendapat dalam bukunya The Varieties of Religious Experience (1982) yang menyebutkan bahwa manusia dikaruniai insting religius (naluri beragama), yaitu makhluk yang bertuhan dan beragama. James tidak menyetujui pandangan para pakar yang menganggap fenomena keagamaan ruhaniah manusia selalu berkaitan dengan –bahkan berawal dari-- kondisi psiko-fisiologis dan kesehatan seseorang. Ia menentang pandangan materialisme medis yang mereduksi agama dan pengalaman religius yang sifatnya spiritual, menjadi sesuatu yang bersumber dari gangguan syaraf. Menurut telaah James terhadap pengalaman spiritual-religius, bahwa pengalaman religius individu-individu berkaitan dengan integritas kepribadian yang baik. Penghayatan seperti itulah oleh William James disebut sebagai pengalaman religi atau keagamaan (the existence of great power). Artinya, adanya pengakuan terhadap kekuatan di luar diri yang serba Maha dapat dijadikan sebagai sumber nilai-nilai luhur abadi yang mengatur tata hidup manusia dan alam semesta raya ini.

Di dalam Islam, Al-Ghazali memiliki pandangan unik tentang pebentukan karakter manusia dalam kitab al-Maqshad al-Asna Syarh Asma Allah al-Husna (tt). Ia menyatakan bahwa sumber pembentukan karakter yang baik itu dapat dibangun melalui internalisasi nama-nama Allah (asma’ al-Husna) dalam perilaku seseorang. Artinya, untuk membangun karakter yang baik, sejauh kesanggupannya, manusia meniru-niru perangai dan sifat-sifat ketuhanan, seperti pengasih, penyayang, pengampun (pemaaf), dan sifat-sifat yang disukai Tuhan, sabar, jujur, takwa, zuhud, ikhlas beragama, dan sebagainya. Sumber kebaikan manusia terletak pada kebersihan rohaninya dan taqarub kepada Tuhan. Karena itu, Al-Ghazali tidak hanya mengupas kebersihan badan lahir tetapi juga kebersihan ruhani.

Dalam penjelasannya yang panjang lebar tentang sholat, puasa, dan haji, dapat disimpulkan bahwa bagi Al-Ghazali semua amal ibadah yang wajib itu merupakan pangkal dari segala jalan pembersihan ruhani. Akhlak yang dikembangkan Al-Ghazali bercorak teleologis (ada tujuannya), sebab ia menilai amal dengan mengacu kepada akibatnya. Corak etika ini mengajarkan, bahwa amal itu baik ketika menghasilkan pengaruh pada jiwa yang membuatnya menjurus ke tujuan itu. Mengenai tujuan pokok etika Al-Ghazali ditemui dalam semboyan tasawuf yang terkenal al-takhalluq bi-akhlaqillahi ‘ala thaqatil basyariyah, atau pada semboyan yang lain, al-shifatir-rahman ala thaqalil–basyatiyah.

Sementara dalam kitabnya, Tahdzib al-Akhlaq, Ibnu Makawaih menunjukkan fakta-fakta kompleksitas konseptual dalam pembentukan watak seseorang. Watak yang baik dapat dibentuk melalui tindakan yang benar, terorganisir dan sistematis. Menurutnya, jiwa adalah abadi dan substansi bebas yang mengendalikan tubuh. Jiwa adalah intisari berlawanan pada tubuh, sehingga tidak mati karena terlibat dalam satu gerakan lingkaran dan gerakan abadi, direplikasi oleh organisasi dari surga. Gerakan ini berlangsung dua arah, baik menuju alasan ke atas dan akal yang aktif atau terhadap masalah kebawah. Kebahagiaan timbul melalui gerakan keatas, kemalangan melalui gerakan dalam arah berlawanan. Menurutnya, kebaikan merupakan penyempurnaan dari aspek jiwa (yakni, alasan manusia) yang merupakan inti dari kemanusiaan dan membedakan dari bentuk keberadaan rendah.

Pendapat tersebut diperkuat oleh Muhammad Usman Najati dalam bukunya berjudul al-Quran wa Ilm an-Nafs (2005) bahwa dalam kepribadian manusia terkandung sifat-sifat hewan yang tercermin dalam berbagai kebutuhan fisik yang harus dipenuhi, dalam rangka menjaga diri dan keberlangsungan hidupnya. Selain itu, dalam kepribadiannya juga terkandung sifat-sifat malaikat yang tercermin dalam kerinduan ruhaninya untuk mengenal Tuhan, beriman kepadaNya, menyembah kepadaNya dan mensucikannNya.

Dengan demikian, dalam karakter penciptaan manusia terdapat kecenderungan untuk berbuat baik dan jahat; kecenderungan untuk menuruti hawa nafsu fisiknya dan tenggelam dalam menikmati kesenangan; dan kecenderungan untuk mencapai puncak keutamaan, ketakwaan, cita-cita luhur kemanusiaan, dan amal baik, serta ketenangan jiwa dan kebahagiaan spiritual yang diwujudkannya. Dalam pandangan Usman Najati, bahwa pola pembentukan kepribadian manusia tidak terlepas dari kedua potensi tersebut dan akan berkembang sesuai dengan proses kehidupannya. Namun, terdapat potensi fitrah yang sangat berperan, selain konsep sosial dalam proses pembentukan karakter seseorang.

Dari berbagai pendangan para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa konsep pembentukan karakter manusia dapat dilihat dari banyak aspek. Menurut ilmuan Barat lebih memandang manusia dari kaca mata empiristik. Sedangkan dalam perspektif Islam, manusia dipahami sebagai makhluk yang memiliki potensi fitrah dimana terdapat daya-daya yang dapat memunculkan sebuah sikap dan perilaku yang tidak lepas dari stimulus dari luar. Artinya, Islam memandang, karakter manusia tidak murni karena faktor potensi, tetapi juga faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

Bahan Bacaan
1.Lawrence Kohlberg, The Psychology of Moral Development (1927)
2.Sigmund Freud,Three Essays on the Theory of Sexuality (2000)
3.William James, The Varieties of Religious Experience (1982)
4.Imam Al-Ghazali, al-Maqshad al-Asnā Syarh Asma Allah al-Husna (tt)
5.Ibnu Maskawaih, Tahdzib al-Akhlaq (tt.)
6.Muhammad Usman Najati, al-Quran wa Ilm an-Nafs (2005)

BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH LANJUTAN

Tujuan intruksional pokok bahasan ini adalah memahami dasar-dasar Bimbingan dan Konseling di sekolah lanjutan,dan memahami pokok-pokok permasalahan siswa di sekolah lanjutan, sehingga dapat mengevaluasi pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah lanjutan.
Pokok Pembahasan
1. Seberapa penting BK di sekolah lanjutan
2. Permasalahan siswa dalam sekolah lanjutan
3. Pelanggaran ketertiban
4. Tugas-tugas pelayanan,dan
5. Persiapan sebagai Psikolog Sekolah.
Pentingnya BK di Sekolah Lanjutan
Pada jenjang sekolah lanjutan, kebanyakan siswa untuk pertama kali berhadapan dengan banyak guru dengan aneka ciri kepribadian, gaya mengajar dan lain-lain, sehingga para siswa memerlukan penyesuaian diri dengan banyak guru tersebut.Selain itu karena usia dalam sekolah lanjutan ini tergolong dalam usia remaja awal sampai remaja akhir yang memerlukan penyesuaian diri dan bimbingan dalam pengambilan keputusan,maka seorang psikolog sekolah perlu memahami benar-benar ciri-ciri perkembangan pada masa ini untuk memberi pelayanan konseling kepada para siswa maupun informasi kepada guru dan orangtua siswa tersebut. Sehingga hal inilah yang membuat bimbingan di sekolah lanjutan sangat dipandang penting keberadaannya.
Dua Bentuk Bimbingan Dalam Sekolah Lanjutan
1. Bimbingan yang berkaitan dengan penyesuaian pendidikan.
Meliputi: 
  • Menyesuaian karena perubahan dari metode pendidikan SD yang kebanyakan guru-guru kelas, ke guru-guru bidang studi. 
  • Penyesuaian dalam masalah pemilihan program studi di SMU.
2. Bimbingan yang berkaitan dengan pengembangan diri
Meliputi: Masalah yang berkaitan dengan perubahan emosi dan ketidakstabilan emosi.
Fungsi bimbingan dan konseling di sekolah lanjutan tingkat pertama antara lain:
  • Mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri 
  • Mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya 
  • Mengatasi kesulitan dalam memecahkan masalah yang di hadapi 
  • Mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan,minat yang mereka miliki secara tepat.
Sedangkan tujuan bimbingan dan konseling di sekolah lanjutan tingkat atas antara lain:
  • Mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri yang berkaitan dengan: Pengetahuan yang di capai bagi kelanjutan studi maupun sikap yang dimiliki bagi komunikasi dalam hubungan sosial. 
  • Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi ciri-ciri dan tuntunan sekolah kini dan prospek mendatang. 
  • Mengatasi kesulitan dalam menguasai pengetahuan tuntunan sekolah. 
  • Mengatasi kesulitan dalam menguasai keterampilan tertentu yang dituntut suatu jenis karier dan lapangan kerja. 
  • Mengatasi kesulitan dalam menguasai sikap-sikap hormat dan penghargaan yang di harapkan lingkungan sosial tertentu. 
  • Dsb
Memahami Pelanggaran Siswa
Secara umum para ahli bimbingan dan konseling sekolah tidak diserahi tugas menghukum, karena akan menyulitkan para ahli bimbingan dan konseling sekolah tersebut dalam membangun hubungan baik dengan kliennya. Agar dengan hubungan baik tersebut mereka dapat mengungkapkan latar belakang perilaku pelanggaran tersebut.
Untuk mengatasi berbagai pelanggaran siswa tersebut,para konselor harus peka terhadap apa yang menjadi sebab mereka melakukan pelanggaran tersebut.Misalnya saja, berbuat curang. Adapun salah satu sebab mereka melakukan pelanggaran tersebut, antara lain:tugas yang diberikan terlalu sulit untuk diketahui dan di pahami siswa, dan lain sebagainya.
Sebab-Sebab Gangguan Disiplin Kelas
Menurut Klausmeir dan Goodwin (1975) mengutip Sheviakov dan Redl, membagi penyebab gangguan indisipliner atas 6 faktor, antara lain:
1. Ketidakpuasan dengan tugas-tugas di sekolah
2. Adanya keresahan dalam bergaul dengan orang lain
3. Suasana kelas yang tidak nyaman
4. Tidak adanya keserasian antara aturan aturan yang ada di kelas dengan kebutuhan mandiri seorang remaja
5. Adanya ketegangan emosional yang mengikuti perubahan kegiatan yang mendadak
6. Komposisi kelompok di dalam kelas.
Saran-Saran Penanganan Disiplin
Bossone (1979) menyatakan bahwa disiplin kelas banyak tergantung pada keberhasilan guru dalam mengelola kelasnya agar suasana kelas dapat menyenangkan, adapun saran-saran agar kegiatan belajar dapat berjalan dengan efektif antara lain:
1. Kenalilah siswa-siswa tersebut
2. Rencanakan dan persiapkan pelajaran dengan sebaik-baiknya.
3. Libatkan siswa-siswa dalam membuat aturan-aturan bagi kelas
4. Usahakan agar pelaksanaan kegiatan rutin kelas dapat berlangsung dengan efisien,serta
5. Bertindak arif
Tugas-Tugas yang Berkaitan dengan Pelayanan di Sekolah
Seperti bimbingan disekolah pada umumnya, bimbingan disekolah lanjutan mencakup lima macam bentuk pelayanan, yaitu: pelayanan konseling, pelayanan inventarisasi individual, pelayanan informasi, penempatan dan penelitian. Dengan adanya lima macam pelayanan ini, maka ada 10 tugas yang harus dikelola oleh staff bimbingan dan konseling, antara lain:
1. Tugas managemen, ex: merencanakan dan mengembangkan program bimbingan dan konseling di suatu sekolah
2. Tugas mengumpulkan data, ex: melakukan koordinasi pengumpulan data anak didik melalui inventarisasi, pengetesan dan lain-lain.
3. Tugas konseling, ex: membantu siswa memahami dirinya sendiri, memecahkan masalah dan lain-lain.
4. Tugas perencanaan pendidikan dan perencanaan pekerjaan, ex: menyediakan informasi mengenai pendidikan dan pekerjaan yang ada di lingkungannya.
5. Tugas memberi penunjukan atau rujukan, ex: karena ada kasus-kasus tertentu yang membutuhkan bantuan tenaga ahli dari luar tenaga sekolah, maka perlu mendapat rekomendasi atau surat pengantar untuk mendapatkan bantuan tersebut.
6. Tugas penempatan, ex: penempatan murid-murid di program-program studi yang tepat, dan lain-lain.
7. Tugas Bantuan kepada Orangtua, ex: Bimbingan konseling di sekolah juga perlu membantu orang tua memahami perkembangan anaknya, dengan memberikan informasi yang dibutuhkan orangtua.
8. Tugas konseling untuk guru dan tenaga administrasi, ex: Kadang-kadang guru dan karyawan juga memerlukan bantuan untuk memecahkan masalah pekerjaannya.
9. Tugas Penelitian, ex:Evaluasi keberhasilan program bimbingan.
10. Tugas Hubungan Masyarakat, ex: menginterpretasikan perubahan program baik di sekolah, orangtua dan masyarakat pada umumnya.
Persiapan-Persiapan Sebagai Psikolog Sekolah
Dengan adanya kemungkinan bagi seorang sarjana psikologi untuk memikul tugas sebagai psikolog sekolah di sekolah lanjutan, maka diperlukan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang mendukung, antara lain:
  • Menguasai dasar-dasar serta falsafah bimbingan dan konseling 
  • Mahir dan trampil dalam pengumpulan data dan interpretasinya 
  • Memahami teori dan mempraktekkan konseling individual maupun kelompok 
  • Mampu mempraktekkan etika profesi 
  • Mahir dalam statistik dan metode penelitian pendidikan 
  • Terampil menangani kasus baik melalui magang maupun program profesi dengan supervisi

SUMBANGAN UTAMA PSIKOANALISA DALAM PRAKTEK KONSELING

Sumbangan utama teori psikoanalisa dalam praktek koseling sangat bermamfaat, terutama dalam pemahaman individu yang bermasalah. Psikoanalisa yang merupakan teori utama Sigmund Freud, adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang manusia, dan metode konseling dan psikoterapi.
Sumbangan-sumbangan utama yang bersejarah dari teori dan praktek psikoanalisa adalah:
  1. Kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada penanggulangan penderitaan manusia/sifat yang bermasalah.
  2. Tingkah laku di ketahui sering ditentukan oleh faktor-faktor tak sadar.
  3. Perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yang kuat terhadap kepribadian dimasa dewasa.
  4. Teori psikoanalisa menyediakan kerangka kerja yang berharga untuk memahami cara-cara yang digunakan oleh individu dalam mengatasi kecemasan dengan mengandalkan adanya mekanisme-mekanisme yang bekerja untuk menghindari luapan kecemasan.
  5. Pendekatan psikonalisia telah memberikan cara mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi, resistensi-resistensi, transferensi-transferensi.
Konsep utama dari teori psikoanalisa diatas sangat membantu menangani individu-individu yang bermasalah dalam praktek konseling. Ini karena konsep teori psikoanalisa berasal dari analisis perilaku yang abnormal, sehingga sangat cocok memilih pendekatan psikoanalisa untuk menangani perilaku yang bermasalah dalam praktek konseling.

Selasa, 02 April 2013

Trik dan Tips Menghadapi Ujian Nasional 2013 Trik dan Tips Menghadapi Ujian Nasional 2013

1.  AWAL MASUK KELAS IX
  1. Kumpulkan semua buku kelas VII dan kelas VIII dan disusun berdasarkan prioritas yaitu antara lain : Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Pelajaran Lainnya.
  2. Satu bulan pertama di kelas IX targetkan untuk mengulang teori dan pembahasan soal-soal kelas VII semester I. Tentunya tanpa mengabaikan materi kelas IX yang sedang dihadapi.
  3. Satu bulan kedua di kelas IX targetkan materi kelas VII semester II. Kemudian bulan berikutnya materi kelas VIII semester I, dan bulan berikutnya materi kelas VIII semester II.
  4. Jika ada materi yang belum dimengerti , tandailah dan tanyakanlah pada guru di sekolah atau guru bimbel yang diikuti.
  5. Jika ada program pendalaman materi Ujian Nasional di sekolah, baik yang dilakukan oleh guru sekolah dan atau Bimbel yang kerjasama dengan sekolah, sebaiknya diikuti sebagai ajang latihan. Jangan menganggap remeh program pendalaman materi UJIAN NASIONAL tersebut.
  6. Kerjakan soal-soal Ujian Nasional 5 tahun terakhir, serta prediksi Ujian Nasional yang sudah disesuaikan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
  7. Selama mengerjakan soal Ujian Nasional 5 tahun terakhir tersebut hindari melihat pembahasannya. Bahaslah dengan dasar yang didapat dari buku catatan kita sendiri.
  8. Ikutlah Try Out Ujian Nasional yang diselenggarakan oleh sekolah atau bimbel.
2.  SEHARI SEBELUM UJIAN NASIONAL
  1. Siapkan alat-alat tulis yang berhubungan dengan Ujian Nasional (Pensil 2B, Bolpoin, Karet Penghapus, Peraut Pensil). Jika ingin menggunakan alat tulis untuk pengisian LJK harap meminta izin dahulu kepada pengawas. Jangan sekali-kali membawa kalkulator dan alat hitung lainnya.
  2. Jangan lupa juga siapkan kartu peserta Ujian Nasional yang sudah di fotokopy dulu. Kartu asli dibawa sedangkan foto kopynya disimpan di rumah (untuk darurat jika kartu peserta asli hilang).
  3. Jangan terlalu malam belajar karena hanya akan mengganggu proses berpikir ketika Ujian sedang berlangsung (misalnya ngantuk atau malah tidur).
  4. Bacalah ringkasan pelajaran yang akan diujikan.
  5. Beribadalah untuk keberkahan dalam mengerjakan Ujian Nasional.
  6. Tidurlah yang cukup dan jangan lupa pasang alarm pengingat.
3.  SAAT UJIAN NASIONAL
  1. Bangun pagi dan jangan lupa beribadah (shalat). Mulailah hari itu dengan penuh optimis
  2. Mandi dan makan seperti biasa sehari-harinya. Jangan menganggap hari itu adalah hari yang sangat istimewa.
  3. Pakailah seragam sesuai yang diatur oleh sekolah.
  4. Saat berangkat jangan lupa cium tangan orang tua dan memohon doa restu, karena doa orang tua terhadap anaknya diijabah oleh Allah SWT.
  5. Sesampai di sekolah jangan terpengaruh oleh pembicaraan teman-teman yang pesimis. Karena seorang pesimis selalu melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Bersikaplah tenang dan tetap mengulang-ulang hafalan untuk pelajaran yang akan diujiankan.
  6. Kerjakanlah soal-soal yang mudah terlebih dahulu. Dan jangan panik ketika mendapati soal pada halaman pertama tidak ada yang bisa dikerjakan karena sulitnya. Mungkin di halaman lain ada yang lebih mudah.
  7. Ingat untuk mata pelajaran Matematika lama ujian adalah 120 menit untuk 30 soal. Berarti setiap soal “jatahnya” hanya 4 menit. Semuanya mulai dari membaca, mengerjakan dan mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK).
  8. Agar tidak banyak waktu yang terbuang biasakan setiap halaman yang kita kerjakan jawabannya baru dipindahkan ke LJK. Jika ada soal yang belum bisa dijawab sebaiknya ditandai untuk dikerjakan kemudian.
  9. Ikuti prosedur Ujian Nasional dengan sebenar-benarnya.
  10. Setelah selesai yakinkan agar semua jawaban sudah dipindahkan ke LJK. Disarankan semua soal diisi jawabannya, karena dalam Ujian Nasional tidak ada system minus untuk jawaban yang salah.
  11. Setelah keluar dari ruang Ujian Nasional jangan sekali-kali membahas soal yang tadi dikerjakan. Karena belum tentu teman yang membahas soal menjawab dengan benar.
  12. Siapkan diri kita untuk Ujian besok sama seperi kita menyiapkan Ujian ini.
  13. Sesudah selesai semua Ujian kita kembalikan seluruh urusan kepada Yang Maha Kuasa (tawakal) karena itulah hal maksimal yang sudah kita kerjakan.
  14. Semoga kalian berhasil dalam menempuh Ujian dan LULUS 100%, Amin.....
Sumber: Televisi Edukasi (TVE)