Jumat, 26 April 2013

JAM PIKET TUBUH MANUSIA

http://formulablogger.com/wp-content/uploads/2012/04/Harga-organ-tubuh-manusia.jpg



** LAMBUNG
JAM 07.00-09.00 : jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan/sarapan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yg berguna segera terserap tubuh.
** LIMPA
Jam 09.00 -11.00 : jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam2 ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah.
Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.
** JANTUNG
Jam 11.00 -13.00 : jam piket organ jantung kuat, harus istrhat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah.
** HATI
Jam 13.00 -15.00 : Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel2 hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.
** PARU-PARU
Jam 15.00 -17.00 : jam piket organ paru2 lemah, diperlukan istrhat, tidur untuk proses pembuangan racun dam proses pembentukan energi paru2.
** GINJAL
Jam 17.00 – 19.00 : jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk brlajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.
** LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00 : jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yg sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik berhenti makan
** LIMPA
Jam 21.00 – 23.00 : jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa.
Sebaiknya istrhat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.
** JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00 : jam piket organ jantung lemah.
Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.
** HATI
Jam 01.00 -03.00 : jam piket organ hati kuat.
Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka
** PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00 : jam piket organ paru2 kuat, terjadi proses pembuangan racun/limbah pada organ paru2, apabila terjadi batuk, bersin2 dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru2.
Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.
** USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00 : jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.

OPTIMIS KUNCI KESUKSESAN

Optimis, kata yang mengandung beribu kekuatan yang tersimpan didalamnya. Optimis, bahkan bisa menjadi sebuah motivasi yang menghipnotis. Pernahkah anda, melakukan sesuatu yang anda kurang pengetahuan tentangnya, tetapi anda yakin bisa melakukannya? Itulah optimis.
Optimis adalah keyakinan, yakin bisa melakukan atau mendapatkan yang terbaik. Seseorang optimis akan memandang positif segala sesuatu yang datang dan menganggapnya adalah sebuah tantangan untuk meng-upgrade kemampuan dan kapabilitas. Seseorang yang selalu menilai positif sesuatu, akan men-generalisasikan penilaian itu pada hal-hal yang lain. Mereka akan fokus pada solusi, pemacahan masalah, dan action tanpa ada pikiran-pikiran negatif yang akan menghambat. Rasa optimis seperti kendaraan yang melaju terus secara otomatis, dan tidak ada pemberhentian selain tempat berhenti yang telah disetting sebelumnya. Jalannya adalah jalan tol, jika ada masalah dijalan, itu hanyalah dinamika, tanpa menghentikan keinginan untuk mencapai tujuan.
Berbeda dengan sikap yang pesimis, yang dengannya lebih banyak sikap negatif akan muncul. Dia menguras energi yang ada dan memadamkan api kepercayaan dan kekuatan yang dimiliki. Sikap pesimis adalah mobil mogok sebelum jalan. Jangankan sampai tujuan, meninggalkan garasi pun enggan. Dia adalah hambatan dan musuh besar akan kesuksesan sebuah usaha. Sebelum memulai sesuatu, yang terbanyak dimuculkan adalah sikap-sikap dan penilaian negatif. Penilaian negatif ini juga akan ter-generalisasi pada hal-hal lain, sehingga yang dilihat hanyalah sisi negatif dan melupakan sisi positif yang kemungkinan akan dicapai.
Sebenarnya, probabilitas akan sukses tidaknya sebuah usaha adalah fifty-fifty. Tidak ada jaminan lebih dari itu. Sehingga untuk mencapai sebuah cita-cita, diperlukan sikap yang optimis dan kemantapan menanggung resiko 50% lainnya.
Keberhasilan yang fifty-fifty diartikan bagi orang yang optimis adalah 50% keberhasilan ditangan, dan 50% kegagalan adalah sebuah tantangan dan peluang untuk menjadikannya kesuksesan. Berbeda dengan cara berpikir orang yang pesimis, mereka mengartikan 50% kegagalan, dan 50% keberhasilan lainnya yang ada, jika diusahkan itupun belum tentu berhasil. Berbeda maknanya bukan?
Jadilah seorang yang optimis. Peluang sangat banyak menghampiri, hanya karena kita selalu menilai pesimis kesempatan yang ada sehingga dia lewat dengan sendirinya, sembari menunggu kesempatan yang akan datang, yang belum tentu kapan tibanya. Yakinkan diri, bahwa saat ini peluang untuk sukses sudah ada, tinggal anda menyikapi peluang tersebut.

LANGKAH-LANGKAH KONSELING

Melakukan sebuah tindakan konseling, memerlukan persiapan dan tahap-tahap yang sistematis, agar konseling yang di lakukan dapat mencapai target/sasaran. Sebuah konseling di katakan berhasil jika out put yang di hasilkan sesuai dengan sumber permasalahan konseli, artinya konseling yang dilakukan mampu menjawab permasalahan konseli.
Berikut ini diberikan langkah-langkah dalam melakukan konseling:
Rapport dan structuring. “Hello”
Fungsi dan Tujuan: Untuk membangun kerja sama yang baik dengan klien dan untuk membuat klien merasa nyaman dengan konselor. Structuring dibutuhkan untuk menjelaskan tujuan dari konseling. Fungsi strukturing adalah untuk menjaga sesi pada tujuan (tidak melenceng) dan untuk menginformasikan pada klien apa yang konselor mampu dan tidak mampu lakukan.
Skill yang umumnya di gunakan: Attending behavior untuk membangun kontak dengan klien dan client observation skill untuk menentukan metode yang tepat untuk membangun rapport. Strukturing umumnya menggunakan influencing skill, yaitu information giving and instructions.
Mengumpulkan informasi, mendefinisikan masalah, dan mengidentifikasi aset. “Apa masalahnya?”
Fungsi dan tujuan: Untuk mengetahui alasan klien datang dan bagaimana ia memandang masalah. Pendefinisian masalah yang baik akan memberi arah dan tujuan konseling dan menghindari dibahasnya topik yang tidak berguna. Juga untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan klien (positive strength)—Ingat bahwa klien bertumbuh dari kekuatannya, yaitu dari aset-aset positif dan kemampuan-kemampuan!! So, harus digali untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi dan untuk pertumbuhan di masa mendatang
Skill yang umumnya di gunakan: Yang paling umum digunakan adalah attending skills, khususnya the basic listening sequence (berurutan mulai dari open question, closed questions, encourager, parafrase, reflection of feeling, summarization. Umumnya berhasil, tetapi tidak kaku!! Mau penjelasan lebih lanjut? Lihat text book hal 211). Skil yang lain digunakan bila perlu. Jika masalah tidak jelas, barangkali Anda memerlukan tambahan influention skill. Penggalian aset positif sering membukakan tentang kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh klien yang berguna dalam mencari pemecahan masalah.
Menentukan tujuan. “Apa yang diinginkan oleh klien?”
Fungsi dan tujuan: Untuk mengetahui dunia ideal klien. Hal bagaimana yang diinginkan oleh klien? Bagaimana segala sesuatunya jika masalah dipecahkan? Langkah ini penting karena memungkinkan konselor untuk mengatahui apa yang klien inginkan. Arah yang yang diinginkan klien dan konselor harus dibuat harmonis. Untuk beberapa klien, lewati langkah 2 dan tentukan tujuan terlebih dahulu.
Skill yang umumnya di gunakan: Yang paling umum adalah attending skills, khususnya the basic listening sequence. Dengan klien dari budaya yang berbeda dan yang tidak terlalu banyak bicara, langkah ini (langkah 3) sebaiknya dilakukan sebelum langkah 2.
Mencari alternatif dan mengkonfrontasi client incongruities “Apa yang akan kita lakukan terhadap masalah ini?”
Fungsi dan tujuan: Untuk mencari pemecahan dari masalah klien. Hal ini bisa meliputi pemecahan masalah kreatif (menemukan sebanyak mungkin alternatif pemecahan dengan tidak menilai terlebih dahulu—biar pun alternatifnya tampak bodoh dan tak masuk akal) untuk kemudian memutuskan alternatif mana yang akan diambil. Langkah ini memerlukan waktu yang paling lama dalam konseling
Skill yang umumnya digunakan: Dapat dimulai dengan kesimpulan tentang discrepancy (ketidaksesuaian). Influencing skills amat dibutuhkan di sini. Attending skills juga dibutuhkan untuk menyeimbangkan.
Generalization dan transfer of learning “Will you do it?”
Fungsi dan tujuan: Untuk memungkinkan perubahan dalam pikiran, perasaan, dan perilaku dalam kehidupan klien sehari-hari. Banyak klien yang mengikuti konseling untuk kemudian tidak melakukan apa-apa untuk mengubah perilakunya, dan tetap hidup dengan pola seperti sedia kala
Skill yang umumnya digunakan: Influencing skills, seperti directive dan information/explanation umumnya bermanfaat. Attending skills digunakan untuk mengecek apakah klien memahami pentingnya tahap/langkah ini.

TIPS BERDAMAI DENGAN " MUSUH"

Karena manusia dibekali oleh perasaan, sehingga dinamika dalam menjalin hubungan dengan manusia sangat beragam. Ada cinta ada benci, ada dendam ada maaf, ada musuh ada sahabat, dan beribu dinamika yang mungkin muncul lainnya. Ini manusiawi, yang tidak manusia jika ada seorang manusia tidak pernah merasakan dinamika tersebut.
Yang menjadi persoalan jika persentase perasaan kiri/negatif (benci, musuh, dendam, dan saudara-saudaranya) lebih besar dari yang positif. Lebih banyak musuh dari sahabat, atau lebih banyak menanam kebencian daripada cinta membuat hidup terasa sempit dan tidak menyenangkan. Sehingga bagaimanapun juga, seorang yang normal akan berusaha menanam cinta dan mencari sahabat bukan menebar teror dan permusuhan.
Bagaimana mengubah kebencian menjadi cinta atau musuh menjadi sahabat? Mungkin inilah adalah hal yang paling sulit. Apalagi, jika kebencian dan permusuhan itu sudah berlarut-larut. Disamping itu, ada perasaan gengsi dan malu menjalin hubungan dengan “status yang baru”. Siapa yang akan memulai status baru itu, suatu tekanan batin yang sangat besar, didalamnya ada “harga diri”, kata sebagian orang. Amit-amit deh minta maaf duluan, kata orang yang bergengsi besar. Tetapi jika tidak ada yang mulai, maka jadilah musuh abadi, benci abadi, dan saya rasa tidak ada orang yang menginginkannya.
Jika terjadi dislike dan permusuhan antara dua orang, sebenarnya dalam relung hati yang paling dalam, tersimpan keinginan untuk berdamai. Tidak ada kebencian yang betul-betul benci, sehingga menghapus maaf dan cinta sama sekali. Kebencian kita kepada seseorang, karena ada sesuatu yang tidak kita sukai pada perilakunya, sehingga kita menginginkan atau menghindar dari perilaku buruknya tersebut, menurut pandangan kita. Jika kita mencoba menelusuri lebih jauh, mengapa orang yang kita “anggap jahat”,berperilaku demikian, pasti dia mengganggap dirinya benar, sudah tepat berperilaku demikian. Terus jika begini siapa yang salah?
Semua orang yang normal memiliki alasan mengapa dia melakukan suatu tindakan. Alasan inilah yang menjadi penyebab pembenaran dari tindakannya tersebut. Sehingga cara berdamai dengan “musuh” yang paling utama adalah mengerti alasan mereka melakukan tindakan yang kita kita benci. Lepaskan ego kita, dan cobalah menjadi orang tersebut. Memahami tindakan orang lain, walaupun merugikan kita, adalah sebuah jalan lurus membangun dan memperbaiki sebuah hubungan.
Jika kita sudah memahami, mengapa seseorang melakukan tindakan tersebut, maka pintu maaf pasti terbuka. Yang menjadi masalah selanjutnya adalah, siapa yang harus meminta maaf? Secara psikologis, jelas ego disini akan dominan.
Jika hubungan sebuah negara dengan negara lain yang sebelumnya bermusuhan, maka permintaan maaf dan perubahan status antara bermusuhan menjadi sahabat, harus diratifikasi oleh kedua-belah pihak, dengan cara-cara yang legal formal
Untuk kasus-kasus pribadi antara orang dengan orang, permintaan maaf sebanarnya tidak harus diucapkan dengan kata, “saya minta maaf”. Permintaan maaf dan keinginan untuk menjadi sahabat bisa dengan mengirim sinyal-sinyal persahabatan tersebut. Sinyal itu bisa berupa mengubah senyuman yang sebelumnya pahit menjadi manis, atau sebelumnya jijit bersentuhan menjadi berdekatan, atau puasa bicara canda menjadi berbuka canda.
Suatu kelegaan yang sangat luar biasa, jika beban benci dan musuh bisa kita ubah menjadi cinta dan sahabat. Ubahlah status beban hidup itu menjadi sebuah kelegaan, maka kamu dapatkan matahari yang kembali bersinar, dan rembulan yang kembali purnama.

RAHASIA KEPRIBADIAN YANG TERSIMPAN DALAM TANDA TANGAN

Tanda tangan bukan hanya sekedar coretan yang tidak mempunyai arti. Dia adalah alat komunikasi kerpibadian yang sangat penting. Banyak orang, pada awalnya memilih model tangan tangan tertentu karena lebih artistic, menarik, gaul dan sebagainya. Tapi pada dasarnya, itulah model kepribadian yang tergambar dalam tandatangan orang tersebut.
Menginterpretasi sebuah tandatangan bukan berdasar pada segi artistic, menarik, gaul atau yang lainnya, tetapi ada karakterisktik-karakteriktik tertentu yang menggambarkan keadaan jiwa seseorang. Interpretasi terhadap tandatangan merupakan pengembangan dari teori psikoanalis, dimana menyatakan bahwa, kehidupan dan tingkahlaku sekarang adalah hasil dari cetakan masa lalu. Tingkah laku ini bisa terbaca atau dimunculkan pada perilaku-perilaku yang tidak disadari oleh orang yang bersangkutan, termasuk dalam membuat tandatangan.
Jadi, datar teoritis tanda tangan bukanlah seperti dongengan atau prambon dan ramalan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, tetapi dia adalah hasil dari pengembangan terhadap teori psikoanalis, yang banyak digunakan dalam menginterpretasi dan terapi-terapi kelainan kepribadian.
Berikut sedikit pemaparan dari Mita Rosette Taufik, dalam bukunya Step by Step Menganalisis Karakter dan Potensi melalui Tulisan Tangan menjelaskan mengenai arti dari letak tanda tangan.
Di sebelah kiri berdekatan dengan teks
Saat menulis surat secara personal di atas selembar kertas, apalagi jika maksudnya ingin menimbulkan kesan positif, sebaiknya jangan memberikan tanda tangan di sebelah kiri berdekatan dengan teks.
Letak tanda tangan di sebelah kiri atas dekat teks ini menunjukkan bahwa Anda tidak terlalu berani mengekspresikan diri, terkadang pesimistis, dan kurang percaya terhadap orang lain.
Di sebelah kanan berdekatan dengan teks
Letak tanda tangan di sebelah kanan atas dekat teks menunjukkan bahwa Anda cerdas, dapat diandalkan, dan jujur. Bila tanda tangan Anda dapat dibaca dengan jelas, ini juga menunjukkan seperti apa kepribadian Anda.
Di bawah, kanan atau kiri, berjauhan dari teks
Membubuhi tanda tangan berjauhan dari teks, baik di kanan maupun di kiri, menunjukkan bahwa Anda pemalu dan merasa terasing. Jika ditambah tanda-tanda tertentu, letak tanda tangan ini juga menunjukkan Anda sedang frustrasi.
Sebenarnya masih banyak sisi kepribadian lain yang bisa dilihat dari tandatangan seseorang, yang ada diatas hanya secuil cuplikan dari arti sebuah tandatangan. Mulai dari bagaimana seseorang bersosialisasi dengan lingkungan, memandang diri sendiri, harapan-harapannya ataupun kemungkinan sifat-sifat negatif yang mungkin akan dimunculkan, seperti pemarah, sampai kemungkinan menyesali kehidupannya hingga kecenderungan bunuh diri.

UNGKAP KEPRIBADIAN DARI CARA BERJALAN

Banyak cara untuk mengungkap kepribadian seseorang. Salah satu cara yang paling praktis dan mudah diamati adalah dari gaya berjalan. Anda bisa menebak kepribadian seseorang dengan hanya mengamatinya dari jauh. Ini adalah cara praktis yang membutuhkan keahlian, ketelitian dan kejelian. Hasil yang didapat, memang terkadang eror, sehingga perlu kroscek dengan alat ungkap kepribadian yang lain untuk dicompare (pembanding).
Karaktersitik kepribadian yang dapat diungkap melalui cara berjalan antara lain, posisi badan pada saat berjalan, posisi tangan, pandangan/sorot mata dan lain-lain.
Orang perfect
Cara berjalan cepat, padangan tertuju kedepan dan tidak menghiraukan keadaan disamping kiri atau kanan. Biasanya orang seperti ini adalah orang-orang yang dikejar-kejar waktu, sibuk dengan jadwal yang harus diikuti, dan kurang ada waktu untuk bercanda dijalan jika ketemu dengan teman atau kenalan.
Orang santai, tidak ada tekanan
Cara berjalan kadang lambat, mudah teralihkan perhatiannya kesamping pada saat berjalan, sangat antusias jika ketemu teman atau kenalan dijalan. Biasanya orang seperti ini, tidak ada waktu yang mengikat untuk dipenuhi segera.
Orang dalam keadaan ada masalah atau tidak PD (pecaya diri)
Hal ini bisa terbaca dari gerakan dan ayunan tangan orang yang sedang berjalan. Jika posisi tangan berada dibelakang atau dimasukkan dalam saku celana atau jaket, maka kemungkinan orang tersebut adalah orang yang tidak PD (tidak percaya diri), sedang ada masalah yang mengancam atau ada masalah yang membuatnya tidak tenang. Orang seperti ini biasanya orang yang bersifat pemalu, kurang percaya diri tampil didepan umum, dan kadang dengan gaya bicara yang kurang meyakinkan.
Orang optimis
Jika ayunan tangan berada disamping dan sesekali lengan diangkat kedepan, menandakan bahwa orang tersebut adalah orang optimis. Badan sedikit dibungkukkan kedepan, menandalan bahwa seseorang optimis dengan tujuan. Gaya berjalan juga cepat, disertai sorot/padangan mata yang mantap dan tajam.

Senin, 22 April 2013

PENTINGNYA PSIKOLOGI PENDIDIKAN BAGI GURU

Pentingnya psikologi pendidikan bagi guru merupakan sebuah kebutuhan. Psikologi pendidikan yang merupakan ilmu terapan dari dua disiplin ilmu yang berbeda antara psikologi dan pendidikan. Seorang guru harus menguasai kedua disiplin ilmu (irisan ilmu antara psikologi dan pendidikan) tersebut.
Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya, terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Di sinilah arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa “diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik”.
Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru melalui pertimbangan - pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat:
Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat
Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu.
Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai
Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.
Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling
Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban.
Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik
Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.
Menciptakan iklim belajar yang kondusif
Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.
Berinteraksi secara tepat dengan siswanya
Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.
Menilai hasil pembelajaran yang adil dan akurat
Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan teknik-teknik penilaian yang akurat

Referensi:
Suryabrata, Sumadi.Drs. 2002. Psikologi Pendidikan, Yogyakarta, UGM
Oemar Hamalik. 2002. Psikologi Belajar dan Pengajaran. Bandung: Percetakan Sinar Baru Algesindo Offset
Djamarah, Drs. Syaiful Bahri.(2007). Psikologi belajar (cet 1). Jakarta: PT Rineka Cipta.