Sabtu, 02 Februari 2013

DAMPAK BERFIKIR KREATIF



Sumber: diadopsi dari Michael Maccoby (http://www.maccoby.com)
Dalam proses kegiatan untuk memecahkan masalah, diperlukan kemampuan berpikir secara strategis maupun operasional. Kami mencoba mengadaptasi pemikiran dua orang ahli berpikir, yakni Michael Maccoby (http://www.maccoby.com) dan De Bono, yang menyoroti tujuan yang berbeda di tingkat berpikir strategis dan operasional.
Grafis asli Maccoby memiliki dua pesan penting: satu, untuk menggambarkan perbedaan antara tugas-tugas pemikiran strategis dan operasional, dan dua, untuk menunjukkan bagaimana belajar adalah sebuah proses terus menerus  dan mengintegrasikan alur kerja strategis dan operasional.
Untuk pesan-pesan ini kita menambahkan satu lagi dari De Bono: bahwa pemikiran strategis dan pemikiran operasional menjadi lebih efektif dan lengkap ketika berpikir kita memungkinkan kita untuk mengekspresikan “keinginan untuk kebenaran” dan “keinginan untuk nilai.”
Berdasarkan pengamatan umum bahwa ada memang beberapa individu yang sangat baik pada tingkat operasional, tetapi tidak pernah unggul pada tingkat berpikir strategis. Idealnya, kedua Berpikir Tradisional (analitis) dan Berpikir Desain (visi kreatif) akan diterapkan bersama-sama dalam tugas berpikir baik strategis maupun operasional.
Namun, jelas bahwa satu-sisi, cara berpikir analitik atau kritis saja akan benar-benar tidak mampu berurusan dengan berbagai tugas berpikir yang membutuhkan tingkatan strategis. Pemikiran strategis, khususnya, menuntut keduanya, yakni pemikiran kritis dan sekaligus kreatif.
Dan sebenarnya semuanya ini adalah keterampilan. De Bono menyatakan bahwa dengan teknik tertentu, berpikir kreatif pun dapat diajarkan dan dipelajari semudah kita berpikir kritis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar