Kamis, 18 April 2013

Belajar Menggapai Agar Shalat Menjadi Khusuk

berawal ketika saya selesai mengerjakan shalat di masjid secara tidak sengaja saya mendengar orang yang bertanya tentang bagaimana cara menggapai agar shalat kita bisa khusyu. dimana pada saat itu ada beberapa orang  yang lagi berkumpul santai selepas shalat.dan saya pun tertarik untuk menghampiri dan mendengarkan penjelasan dari orang tua yang tampaknya bijaksana dan santun. sebelum menjawab orang tua itu pun tersenyum kepada pemuda yang bertanya tadi sambil menjawab, "bapak pun masih belajar untuk mencapai shalat agar khusyu,"

kemudian bapak itu menjelaskan kembali dan berkata,"berangkat dari keterangan hadist nabi saw yang berbunyi,"beribadahlah kalian kepada alloh swt seakan-akan kamu melihatnya,dan apabila kalian tidak mampu maka yakinlah bahwa alloh melihat kepada kita,"mendengar penjelasan tersebut pemuda tadi melanjutkan kembali bertanya,"kalau boleh tahu penjelasanya seperti apa pa?"

dan orang tua yang bijak pun menjawab dengan santun dan rendah hati lalu menjawab,"maksudnya kalian harus mampu menghadirkan rasa, hati, ingatan kalian kepada alloh di waktu shalat, rasa di lihat oleh alloh, bahwa dalam shalat itu kita ibarat menghadap dan berbicara kepada alloh, dan untuk melatih rasa seperti itu bapak pun sedang belajar dzikir dengan methode thariqah qadiriyah naqsabandiah,dan baru bapak temukan bagaimana menggapai shalat yang khusyu dengan belajar dzikir methode thariqat itu."

kemudian orang tua itu menjelaskan kembali, "menurut keterangan para ulama dan kyai untuk mencapai shalat khusyu itu ada 3 tahapan waktu,yaitu :


  1. waktu sebelum shalat artinya kita mempersipakan diri sebelum adzan berkumandang kita telah berdiam didalam masjid dengan di isi membaca sholawat atas nabi saw atau membaca al-qur'an serta berdzikir, dengan tujuan untuk menggapai sholat awal waktu, (tepat waktu) 
  2. waktu di dalam shalat artinya waktu ketika sholat akan di mulai, karena dari awal kita telah mempersiapkan diri dengan bersholawat, membaca al-qur'an dan berdzikir, semoga rasa khusyu itu pun masih terasa
  3. waktu sesudah shalat artinya waktunya yang panjang dan bisa kita lanjutkan dengan dzikir  kepada alloh yang sebanyak-banyaknya sesuai dengan firman alloh,"ingatlah (berdzikirlah) kalian kepada ku dengan dzikir (ingat) yang banyak", dan semoga rasa dzikir ini menjadikan sholat kita menjadi sholat yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, sesuai dengan firman alloh,"sesungguhnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
orang tua itu melanjutkan kembali penjelasannya, sebenarnya sholat khusyu itu susah untuk di jelaskan tapi harus dapat di rasakan nikmatnya oleh setiap orang yang mengerjakannya , contonya saja seperti ini kalau di ibaratkan pada makanan, orang yang merasakan nikmatnya rasa makanan dengan orang yang hanya di berikan penjelasan tentang rasa makanan itu tetep. pasti beda.maka dalam shalat pun demikian kita harus belajar merasakan, menghadirkan ingatan dan hati kita di dalam sholat dengan melatih membiasakan dzikir dengan methode thariqat qadiriyah naqsabandiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar